BREAKING NEWS

Perjalanan Anak Desa Menuju Panggung Akademik, Karya Muhammad Ja'far Hasibuan Tuai Apresiasi di Universitas Indonesia


Klik86.com - 
JAKARTA – Sebuah karya yang memadukan kisah perjuangan hidup dengan kajian ilmiah resmi diperkenalkan dalam forum akademik berskala internasional di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Buku berjudul Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia karya Muhammad Ja'far Hasibuan menjadi pusat perhatian dalam seminar dan diskusi ilmiah yang menghadirkan akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga pemangku kebijakan dari berbagai daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula G FKM UI itu diselenggarakan oleh Mega Press Nusantara dan dihadiri sekitar 500 peserta secara langsung, sementara sekitar 1.500 peserta lainnya mengikuti rangkaian acara melalui platform virtual. Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.

Muhammad Ja'far Hasibuan menjelaskan, buku tersebut lahir dari perpaduan pengalaman pribadi dan proses penelitian yang telah ia jalani selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, karya tersebut tidak hanya menceritakan perjalanan hidup, tetapi juga berupaya menghadirkan perspektif ilmiah mengenai bagaimana keterbatasan dapat menjadi awal lahirnya inovasi.

Mahasiswa Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara itu mengaku berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Saat memutuskan merantau untuk melanjutkan pendidikan, ia hanya membawa bekal sekitar Rp70 ribu. Demi mempertahankan pendidikan, Ja'far memilih bekerja dengan berjualan roti sambil tetap mengikuti perkuliahan.

Berbagai pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar dalam mengembangkan penelitian yang berujung pada lahirnya Biofar SS. Meski inovasi tersebut telah diperkenalkan kepada publik, formulanya masih dijaga sebagai bagian dari pengembangan dan perlindungan hasil riset.

Ja'far mengatakan kesempatan memperoleh Program Beasiswa Kapolri menjadi salah satu titik balik yang memperkuat tekadnya untuk menghasilkan penelitian yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai dukungan dari lingkungan kampus, para dosen, serta institusi pendidikan memberikan ruang untuk mengembangkan penelitian secara lebih terarah.

"Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari kondisi itulah saya belajar bahwa setiap tantangan dapat menjadi motivasi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," katanya.

Buku yang memiliki lebih dari 400 halaman tersebut disusun menggunakan pendekatan multidisiplin dengan dukungan lebih dari 200 referensi ilmiah dari berbagai bidang. Pembahasannya tidak hanya menyoroti pengalaman hidup penulis, tetapi juga mengaitkannya dengan teori-teori modern mengenai kesehatan masyarakat, psikologi, kepemimpinan, hingga manajemen strategis.

Beragam teori seperti modal sosial, kapabilitas manusia, determinan sosial kesehatan, resiliensi, psikologi perkembangan, hingga berbagai model implementasi kebijakan dijadikan landasan dalam menjelaskan proses terbentuknya sebuah inovasi berbasis pengalaman nyata.

Prosesi peluncuran buku dilaksanakan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. Sambutan Kapolri dibacakan Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., yang mewakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberhasilan Muhammad Ja'far Hasibuan menunjukkan kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Semangat belajar, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat dinilai menjadi modal utama dalam menghasilkan karya yang berdampak.

Apresiasi juga datang dari kalangan akademisi. Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki bobot akademik karena berhasil menghubungkan pengalaman empiris dengan kerangka teori yang relevan. Ia menyebut karya itu berpotensi menjadi referensi dalam pengembangan kajian kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan, bahkan membuka peluang bagi penulis untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Harvard University.

Pendapat senada disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP. Menurutnya, perjalanan hidup Ja'far menggambarkan proses pembentukan karakter melalui berbagai tantangan, mulai dari kehilangan orang tua, keterbatasan ekonomi, hingga perjuangan membiayai pendidikan secara mandiri.

Sementara itu, Guru Besar FKM Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan karena menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan mampu melahirkan kontribusi yang bernilai.

Penghargaan lain datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang melalui perwakilannya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., menetapkan Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.

Selain memperoleh apresiasi dari berbagai institusi, buku tersebut juga resmi menjadi salah satu koleksi referensi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Penutupan acara ditandai dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku kepada sejumlah lembaga, serta penandatanganan dokumen sebagai bentuk komitmen memperkuat budaya literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Melalui karya tersebut, Muhammad Ja'far Hasibuan berharap pengalaman hidup yang dipadukan dengan pendekatan akademik dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi bagi peneliti, mahasiswa, akademisi, hingga para pengambil kebijakan dalam menciptakan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image