Lombok Timur Tampilkan Terobosan Inklusi Keuangan di Ajang Nasional, Fokus Percepat Pengentasan Kemiskinan
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memanfaatkan momentum penilaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 tingkat nasional untuk memaparkan berbagai inovasi yang telah dijalankan dalam memperluas layanan keuangan bagi masyarakat. Presentasi tersebut disampaikan dalam Virtual Assessment yang berlangsung melalui konferensi video pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, jajaran organisasi perangkat daerah, serta sejumlah mitra strategis. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin turut bergabung secara daring untuk menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat inklusi keuangan.
Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu fondasi pembangunan ekonomi yang terus diperkuat pemerintah daerah. Berbagai program disusun agar masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, petani, peternak, hingga kalangan santri, memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan layanan perbankan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor usaha, Pemkab Lombok Timur mengalokasikan bantuan bagi UMKM sebesar Rp20 miliar. Selain itu, Program Lotim Berkembang tetap dilanjutkan melalui skema subsidi bunga pinjaman untuk sektor pertanian dan perkebunan. Pemerintah juga terus memperluas gerakan literasi keuangan melalui program Satu Santri Satu Rekening yang menyasar pondok pesantren.
Tidak hanya mengandalkan sektor perbankan, pemerintah daerah juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peran Baznas kini diperluas, tidak sebatas menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga mendukung pembiayaan usaha produktif dan membuka peluang kerja bagi generasi muda.
Upaya tersebut dinilai menunjukkan hasil yang positif. Pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mengalami peningkatan signifikan sepanjang satu tahun terakhir. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp10 hingga Rp12 miliar, pada 2026 nilainya telah mencapai sekitar Rp24 miliar.
Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menambahkan bahwa kondisi ekonomi Lombok Timur menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,93 persen sepanjang 2025 dan meningkat menjadi 7,93 persen pada triwulan pertama 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menaruh perhatian serius terhadap angka kemiskinan yang berada di level 13,53 persen. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 1,5 juta jiwa, penguatan akses keuangan dipandang sebagai salah satu strategi efektif untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Dalam sesi penilaian, pemerintah juga memaparkan sejumlah program unggulan TPAKD. Program Lotim Berkembang, misalnya, telah mendampingi lebih dari 14 ribu peternak hingga tahun 2025. Walaupun sektor peternakan sempat menghadapi dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tingkat kredit bermasalah tetap mampu ditekan pada angka 1,03 persen.
Pada sektor UMKM, ratusan pelaku usaha telah memperoleh akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah daerah juga menyediakan ruang pemasaran melalui kegiatan Car Free Night, yang menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan transaksi pembayaran digital kepada masyarakat. Selama 50 kali penyelenggaraan, kegiatan tersebut berhasil mencatat perputaran ekonomi hingga Rp464 juta.
Program lain yang turut menjadi perhatian tim penilai adalah Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Program ini dikembangkan di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya memperluas akses pembiayaan berbasis syariah. Keberhasilan implementasi di tahap awal mendorong pemerintah daerah memperluas cakupannya ke pesantren dengan jumlah santri yang lebih besar.
Di sektor pendidikan, Program Rekening Pelajar juga menunjukkan capaian yang cukup besar. Hingga kini sekitar 308 ribu pelajar telah memiliki rekening tabungan dengan total saldo yang mencapai Rp76 miliar, sebagai bagian dari upaya membangun budaya menabung sejak usia dini.
Pemerintah daerah juga mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi bersama Baznas melalui Program Petani Mustahik. Program tersebut memberikan dukungan kepada petani jagung di lahan seluas 50 hektare yang telah berhasil dipanen pada Juni lalu.
Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menjelaskan bahwa seluruh program dijalankan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Pendekatan tersebut diterapkan, termasuk dalam penanganan sektor peternakan yang melibatkan berbagai OPD hingga Satpol PP agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
Pada pengembangan EPIKS, Dinas Pendidikan turut mengambil peran dalam meningkatkan literasi keuangan syariah bagi wali murid dan lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan nilai akses keuangan yang sebelumnya sekitar Rp12 juta menjadi Rp4 miliar.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur mendukung Program Desa Berdaya milik Pemerintah Provinsi NTB melalui bantuan sosial sekitar Rp1,8 juta bagi setiap keluarga miskin ekstrem yang dipadukan dengan pembinaan kewirausahaan. Pemerintah juga mengarahkan kelompok penerima manfaat agar dapat terlibat dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga bantuan yang diterima mampu menciptakan sumber penghasilan baru.
Menutup proses penilaian, Asisten Deputi Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erdiriyo, mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Ia berharap inovasi yang dikembangkan melalui TPAKD dapat terus memberikan dampak nyata dalam memperluas akses keuangan, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.(red)
