Pembaruan Data Bansos Dimulai, Warga Lombok Timur Berbondong-bondong Daftar Lewat Perlinsos
Klik86.com - Lombok Timur – Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) mendapat sambutan luas dari masyarakat. Sejak dibukanya pendaftaran melalui aplikasi Perlinsos, jumlah warga yang melakukan registrasi terus meningkat tajam, menandakan tingginya harapan agar penyaluran bantuan ke depan berlangsung lebih adil dan tepat sasaran.
Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika pada awal peluncuran aplikasi jumlah pendaftar hanya mencapai ratusan orang setiap hari, kini angka tersebut melonjak hingga sekitar 3.000 pendaftar per hari.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Lombok Timur, Dedi Kurniawan, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat mulai memahami pentingnya pembaruan data sosial ekonomi sebagai dasar penentuan penerima berbagai program bantuan pemerintah.
Menurutnya, sistem yang diterapkan tidak hanya memberikan kesempatan kepada setiap warga untuk mendaftarkan diri, tetapi juga memungkinkan keluarga, tetangga, maupun perangkat lingkungan membantu proses pengusulan calon penerima bantuan.
"Semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi. Bahkan perangkat desa, kepala dusun, hingga berbagai unsur pemerintahan ikut memberikan pendampingan agar warga dapat melakukan pendaftaran," ujar Dedi, Kamis (30/7/2026).
Di sejumlah desa, pemerintah setempat membuka layanan pendampingan bagi warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi digital. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama dalam proses pendataan.
Meningkatnya jumlah pendaftar juga dipicu oleh ajakan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang mengimbau masyarakat untuk segera memperbarui data melalui aplikasi Perlinsos. Pemerintah daerah menilai semakin lengkap data yang masuk, semakin mudah pula memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi syarat.
Selama ini, persoalan validitas data penerima bansos kerap menjadi sumber polemik. Tidak sedikit warga mempertanyakan penerima bantuan yang dianggap sudah berkecukupan, sementara sebagian masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah justru belum masuk dalam daftar penerima.
Melalui aplikasi tersebut, proses verifikasi dilakukan secara otomatis menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang kemudian dipadankan dengan berbagai basis data pemerintah, termasuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasil pemadanan itu akan menentukan status kelayakan setiap pendaftar berdasarkan kondisi ekonomi terkini.
Dedi menjelaskan bahwa status penerima bantuan tidak bersifat permanen. Perubahan kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan kelayakan menerima bansos. Karena itu, masyarakat diminta memperbarui data secara berkala agar informasi yang tersimpan selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Pembaruan data menjadi langkah penting agar kebijakan pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi riil masyarakat, bukan data lama yang sudah tidak relevan," katanya.
Pemkab Lombok Timur berharap seluruh kepala keluarga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga basis data penerima bantuan menjadi lebih akurat. Data yang valid diyakini akan memperkecil peluang terjadinya kesalahan sasaran dalam setiap program perlindungan sosial yang digulirkan pemerintah.
Selama beberapa tahun terakhir, penyaluran bantuan sosial di sejumlah desa kerap memunculkan persoalan. Perbedaan data penerima sering kali memicu keberatan warga hingga menimbulkan ketegangan antara masyarakat dan pemerintah desa. Bahkan, distribusi bantuan sempat tertunda karena harus menunggu proses perbaikan data.
Dengan penerapan sistem pendataan digital yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis persoalan tersebut dapat diminimalkan. Selain meningkatkan transparansi, pembaruan data melalui Perlinsos diharapkan mampu menciptakan penyaluran bansos yang lebih objektif, tepat sasaran, dan mengurangi potensi konflik di tengah masyarakat.(red)
