Lombok Timur Tancap Gas Benahi Persampahan, Ajukan Diri Jadi Daerah Percontohan Program LSDP
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat langkah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyatakan kesiapan mengikuti Local Service Development Improvement Project (LSDP), program nasional yang difokuskan pada peningkatan layanan pengelolaan sampah di berbagai daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat mengikuti asesmen kesiapan daerah yang digelar secara virtual pada Kamis (30/7/2026). Dalam forum tersebut, pemerintah daerah memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dipersiapkan sebagai syarat mengikuti program.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Lombok Timur telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu. Luasan tersebut jauh melampaui ketentuan minimal yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni satu hektare.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan dana talangan sebesar Rp20 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2027. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan proyek apabila Lombok Timur ditetapkan sebagai salah satu penerima program. Pemerintah daerah bahkan membuka peluang penambahan anggaran apabila dibutuhkan dalam proses pembangunan.
Dalam paparannya, Bupati Haerul Warisin mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Lombok Timur. Oleh karena itu, ia menilai kehadiran program LSDP akan menjadi peluang strategis untuk memperkuat tata kelola persampahan melalui sistem yang terintegrasi sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular agar sampah memiliki nilai tambah.
Proses asesmen dipimpin Direktur Alokasi Anggaran Pembangunan Pusat dan Daerah Bappenas, Nursyaf Rullihandia. Penilaian juga melibatkan tim lintas kementerian, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, serta perwakilan World Bank.
Tim melakukan verifikasi terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan kelembagaan pengelola sampah, dukungan regulasi daerah, akses menuju lokasi pembangunan, hingga kelengkapan dokumen teknis berupa Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Penilaian terhadap sistem retribusi pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari evaluasi.
Data yang dipaparkan menunjukkan volume sampah di Lombok Timur telah mencapai lebih dari 580 ton setiap hari. Namun, kapasitas pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ijobalit masih berada di kisaran 101 ton per hari. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar timbulan sampah belum dapat ditangani melalui sistem resmi.
Situasi itu menjadi dasar perlunya peningkatan kapasitas layanan persampahan di Lombok Timur. Melalui dukungan program LSDP, pemerintah daerah berharap mampu menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi.
Apabila seluruh tahapan persiapan dinyatakan memenuhi persyaratan, Lombok Timur berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan.(red)
