BREAKING NEWS

Haerul Warisin Buka Ruang ASN Bertarung di Pilkada, Rp150 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Lotim


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memastikan tidak akan membatasi ASN maupun pejabat di lingkup pemerintahan daerah yang memiliki rencana mengikuti pemilihan kepala daerah. Namun, keinginan tersebut tetap harus dijalankan sesuai regulasi dan prosedur administrasi yang berlaku, Senin (10/8/2026).

Haerul menilai hak untuk menentukan pilihan politik harus diberikan secara adil. Pemerintah daerah, kata dia, tidak memiliki kepentingan untuk menghalangi ASN yang ingin mencoba peruntungan dalam dunia politik, selama seluruh persyaratan yang diwajibkan telah dipenuhi.

“Kalau memang ada pejabat atau ASN yang mau mencalonkan, pasti kita izinkan. Tetapi tentu ada persyaratan dan aturan yang harus dipenuhi,” ujar Haerul Warisin.

Ia menekankan bahwa ASN tidak bisa langsung mengikuti tahapan politik tanpa menyelesaikan mekanisme kedinasan. Izin dan sejumlah persyaratan administratif tetap menjadi bagian yang harus dipenuhi oleh ASN yang ingin mencalonkan diri.

Terkait status ASN selama proses politik, Haerul menjelaskan bahwa seseorang tidak serta-merta kehilangan posisi kepegawaiannya hanya karena mengikuti kontestasi. Jika akhirnya tidak berhasil memenangkan pemilihan, ASN tersebut masih dapat kembali menjalankan tugas di institusinya.

“Kalau tidak terpilih, kembali ke institusinya,” katanya.

Sementara itu, pemerintah daerah tetap mengarahkan perhatian pada pembangunan infrastruktur. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan menjadi salah satu agenda yang dinilai penting karena kondisi jalan memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Haerul menyebut konektivitas antarwilayah harus terus diperbaiki agar pergerakan masyarakat, distribusi barang, serta kegiatan ekonomi dapat berlangsung lebih lancar.

“Jalan sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Pemkab Lombok Timur saat ini juga masih menyelesaikan kewajiban pembayaran utang daerah. Kendati demikian, Haerul memastikan persoalan tersebut telah diperhitungkan dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga tidak menghentikan agenda pembangunan.

Pemerintah bahkan merencanakan kembali mengalokasikan dana sekitar Rp150 miliar untuk pembangunan jalan pada tahun-tahun mendatang. Anggaran tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah agar pembangunan tetap dapat berjalan tanpa mengganggu kewajiban keuangan lainnya.

Untuk program PTC, Haerul menyatakan belum ada rencana penambahan pada tahun depan. Pemerintah akan mempertahankan pelaksanaan sebagaimana program yang sudah berjalan sebelumnya.

Haerul juga memberikan perhatian khusus terhadap kerusakan jalan di Desa Lendek Baru. Kerusakan tersebut diketahui ketika ia melintas dalam perjalanan menuju Labuhan Haji.

Setelah melihat langsung kondisi ruas jalan, Haerul meminta agar perbaikan segera dilakukan. Ia memberikan tenggat waktu maksimal lima hari untuk menyelesaikan penanganan di lokasi tersebut.

Menurutnya, kerusakan jalan bukan hanya disebabkan permukaan yang berlubang. Terdapat persoalan aliran air akibat bagian kali atau saluran yang jebol sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak kembali terjadi.

Haerul menegaskan perbaikan tidak harus menunggu jalan tersebut masuk dalam daftar hasil Musrenbang kecamatan. Kondisi darurat di lapangan dapat menjadi dasar pemerintah untuk mengambil tindakan.

Di sektor investasi, Pemkab Lombok Timur juga tengah mendapat peluang pengembangan pusat perdagangan baru. Rencana pembangunan mall saat ini sedang dikomunikasikan antara pemilik lahan dengan calon investor dari Jakarta.

Haerul mengatakan calon investor masih mempertimbangkan potensi pasar sebelum memastikan realisasi proyek. Besarnya jumlah penduduk Lombok Timur yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa dinilai menjadi salah satu faktor pendukung untuk pengembangan pusat perbelanjaan.

Namun, pemerintah daerah menginginkan konsep mall tersebut lebih luas daripada sekadar pusat transaksi. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul masyarakat sekaligus salah satu fasilitas pendukung pariwisata.

Rancangan fasilitas yang dibicarakan mencakup hotel, bioskop, ruang pertemuan hingga area kuliner. Dengan konsep tersebut, keberadaan mall diharapkan mampu menarik masyarakat lokal sekaligus wisatawan.

“Harus ada hotelnya, bioskop, ruang pertemuan dan banyak kuliner supaya wisatawan juga bisa makan di sana,” kata Haerul.

Lokasi yang menjadi pembicaraan berada di sekitar kawasan PTCI. Haerul memastikan tanah tersebut bukan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, tetapi merupakan lahan milik pribadi.

Pembahasan antara pemilik lahan dan calon investor masih berlangsung. Investor juga disebut tengah melakukan kajian serta pembicaraan internal sebelum menentukan keputusan terkait pembangunan.

Pemkab Lombok Timur berharap peluang tersebut dapat berujung pada investasi nyata. Selain menambah aktivitas ekonomi, pembangunan pusat perdagangan baru diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image