BREAKING NEWS

BBM Nelayan Terjamin, Roda Ekonomi Pesisir Lombok Timur Kembali Berputar


Klik86.com - 
Lombok Timur – Kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Kabupaten Lombok Timur membawa angin segar bagi masyarakat pesisir. Setelah distribusi kembali berjalan normal, aktivitas penangkapan ikan meningkat dan berbagai sektor usaha yang bergantung pada hasil laut mulai menunjukkan geliat positif.

Dalam beberapa waktu terakhir, nelayan di sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Tanjung Luar hingga Labuhan Haji, mengaku dapat memperoleh solar dengan lebih mudah. Kondisi tersebut memungkinkan mereka kembali melaut secara rutin tanpa harus menghadapi kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar.

Seorang nelayan asal Tanjung Luar, Amaq Sadri, mengatakan situasi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut kemudahan memperoleh BBM membuat para nelayan bisa lebih fokus mencari hasil tangkapan, termasuk berlayar hingga ke perairan luar Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Kami bersyukur karena sekarang pasokan BBM sudah lancar. Terima kasih kepada Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang telah memperhatikan kebutuhan nelayan sehingga kami bisa bekerja dengan lebih tenang," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan para nelayan yang memanfaatkan layanan SPBN Labuhan Haji. Mereka menilai kelancaran distribusi BBM tidak hanya berdampak terhadap meningkatnya aktivitas melaut, tetapi juga memberikan efek positif bagi perekonomian keluarga nelayan yang menjalankan berbagai usaha kecil di kawasan pesisir.

Menurut mereka, keberlangsungan pasokan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Karena itu, mereka berharap pelayanan yang saat ini telah berjalan baik dapat terus dipertahankan.

Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem distribusi agar kebutuhan BBM bagi nelayan dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

Ia mengungkapkan, dua SPBN yang dikelola perusahaan, yakni SPBN Tanjung Luar dan SPBN Labuhan Haji, membutuhkan pasokan sekitar 248 kiloliter BBM setiap bulan. Jumlah tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan nelayan sekaligus masyarakat pesisir yang memenuhi ketentuan pembelian.

Dalam satu kali pengiriman, masing-masing SPBN menerima sekitar 16 kiloliter BBM. Karena tingginya tingkat konsumsi, persediaan tersebut biasanya hanya bertahan selama satu hingga tiga hari. Untuk menghindari kekosongan stok, proses pemesanan kepada Pertamina dilakukan sebelum persediaan habis.

"Permintaan cukup tinggi sehingga kami harus memastikan distribusi dilakukan tepat waktu agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," jelas Joyo.

Ia menambahkan, pembelian BBM di SPBN hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang telah mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur. Kendala yang masih sering dijumpai di lapangan umumnya berkaitan dengan belum lengkapnya dokumen administrasi yang dibawa sebagian nelayan.

Selain melayani nelayan, SPBN juga memberikan pelayanan kepada pelaku usaha mikro di kawasan pesisir yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki usaha pendukung di luar sektor penangkapan ikan.

Tak hanya melayani nelayan di sekitar lokasi SPBN, distribusi BBM juga menjangkau nelayan dari wilayah utara Lombok Timur, seperti Kecamatan Pringgabaya dan Sambelia, selama mereka memiliki rekomendasi resmi dari instansi berwenang.

Dengan pasokan BBM yang kini lebih terjamin, masyarakat berharap sektor perikanan tangkap di Lombok Timur dapat terus berkembang. Stabilnya distribusi bahan bakar diyakini akan berdampak pada meningkatnya produktivitas nelayan, menjaga kelancaran aktivitas ekonomi pesisir, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada potensi kelautan.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image