Sekolah Ramah Lingkungan Hadir di Pringgabaya: 5 Kelas Baru dari Daur Ulang Plastik Resmi Digunakan
Klik86.com - Lombok Timur — Wajah baru SDN 2 Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, kini terlihat lebih representatif setelah lima ruang kelas barunya resmi difungsikan. Fasilitas tersebut merupakan hasil program bantuan pendidikan dari Happy Hearts Indonesia–Australia yang memanfaatkan material ramah lingkungan berbasis daur ulang plastik.
Peresmian penggunaan gedung dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam sebuah acara syukuran bersama warga sekolah dan masyarakat setempat, Rabu (11/2/2026). Momentum ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati mengingatkan bahwa keberadaan bangunan baru harus diiringi dengan kepedulian untuk merawatnya. Ia menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun karakter, termasuk membiasakan hidup bersih sejak dini.
Menurutnya, penggunaan bahan dari limbah plastik menjadi pesan kuat bahwa persoalan sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ia mendorong warga desa agar lebih serius mengelola sampah, terutama plastik, sehingga lingkungan tetap sehat.
Kepala SDN 2 Gunung Malang, Fathussabir, menjelaskan proses pembangunan lima kelas tersebut berlangsung relatif cepat, sekitar satu setengah bulan. Ia menyebut sekolahnya banyak berkembang berkat dukungan berbagai pihak dan berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut.
Sementara itu, perwakilan Happy Hearts Indonesia menyampaikan bahwa pembangunan di Gunung Malang merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan fasilitas sekolah di Lombok Timur. Sejumlah sekolah lain juga telah menerima bantuan serupa, baik berupa ruang belajar maupun sarana sanitasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga lingkungan. Puluhan ton sampah plastik telah dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi, sekaligus membantu menekan dampak emisi karbon. Bangunan dirancang aman untuk anak dan mendukung suasana belajar yang nyaman.
Dari pihak mitra pelaksana, Classroom of Hope (CoH), dijelaskan bahwa inisiatif pembangunan sekolah berbahan daur ulang berawal dari program rehabilitasi pascagempa di Lombok. Pendanaan berasal dari donatur luar negeri yang memiliki perhatian pada pendidikan dan lingkungan.
Dengan tambahan fasilitas ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Gunung Malang semakin optimal dan memberi motivasi baru bagi siswa untuk meraih prestasi. Kolaborasi lintas negara tersebut pun menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan dapat berjalan beriringan.(red)
