BREAKING NEWS

Dugaan Bullying Siswa SD di Lombok Timur Disorot DPRD, Investigasi dan Pendampingan Anak Segera Dilakukan


Klik86.com
Lombok Timur — Isu dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Lombok Timur menjadi perhatian serius kalangan legislatif. DPRD setempat menilai setiap indikasi kekerasan di lingkungan pendidikan harus segera direspons agar tidak berdampak buruk terhadap perkembangan anak, Kamis (05/02/2026).

Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri, menegaskan sekolah seharusnya menjadi tempat yang melindungi siswa, baik secara fisik maupun mental. Ia mengingatkan bahwa rasa aman di lingkungan belajar merupakan hak dasar setiap peserta didik.

Terkait peristiwa yang ramai dibicarakan, Yusri menyebut informasi yang diterima masih beragam. Sejumlah laporan menyatakan kejadian dipicu insiden biasa, sementara sumber lain mengarah pada dugaan tindakan perundungan antar siswa. Perbedaan keterangan tersebut dinilai perlu diluruskan melalui penelusuran mendalam.

Sebagai langkah awal, Komisi II DPRD Lombok Timur menyiapkan agenda pengumpulan data dan klarifikasi dari berbagai pihak. Lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak seperti DP3AKB dan LPA akan dilibatkan, khususnya untuk memastikan kondisi psikologis anak yang diduga terdampak tetap terjaga.

DPRD juga menaruh perhatian pada sistem pengawasan di sekolah. Peran guru dinilai krusial bukan hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam memantau interaksi sosial siswa sehari-hari.

Anggota Komisi II DPRD Lombok Timur, Dr. Ust. Djamaluddin, menyoroti bahwa dampak perundungan pada anak bisa berlangsung lama meski tidak selalu terlihat secara langsung. Karena seluruh pihak masih tergolong anak, ia menekankan pentingnya penanganan yang mengedepankan aspek pembinaan.

Menurutnya, pendekatan yang memprioritaskan pemulihan dan edukasi lebih tepat dibanding sekadar pemberian hukuman. Konsep keadilan restoratif dinilai dapat membantu memperbaiki situasi tanpa merugikan masa depan anak.

Dalam waktu dekat, DPRD berencana memanggil pihak sekolah, UPTD, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur melalui forum Rapat Dengar Pendapat. Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penjelasan kronologi sekaligus evaluasi sistem pencegahan di sekolah.

Langkah pengawasan seperti penugasan guru piket dinilai sebagai sinyal positif, namun DPRD mendorong penguatan pendidikan karakter baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Sinergi orang tua dan pendidik dianggap menjadi faktor penting untuk menekan potensi perundungan di kalangan pelajar.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image