Laporan Tahunan BUMDes Taman Sari Makmur: Setor PADes dan Catat Kinerja Usaha Desa yang Tumbuh
Klik86.com - Lombok Timur — Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Taman Sari Makmur Desa Banjarsari mengadakan rapat desa khusus untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja tahun buku 2026. Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebagai bagian dari hasil pengelolaan unit usaha desa, Senin (09/02/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengawas, serta perwakilan masyarakat. Agenda ini menjadi wadah evaluasi terbuka atas pengelolaan usaha sekaligus perencanaan langkah ke depan agar BUMDes terus berkembang.
Dalam laporan yang dipresentasikan pengurus, BUMDes Taman Sari Makmur saat ini mengoperasikan sejumlah bidang usaha. Di antaranya layanan air bersih desa (PAMDes), usaha kuliner, jasa layanan kesehatan atau perawatan, produksi air minum, serta budidaya ayam petelur untuk mendukung program pangan desa.
Sepanjang periode berjalan, beberapa unit usaha menunjukkan perkembangan yang dinilai cukup baik. Pengurus menyebut adanya peningkatan pendapatan dibanding tahun sebelumnya berkat pengelolaan yang lebih efisien. Unit layanan air bersih mengalami penambahan pelanggan, meski peningkatan pendapatan masih bertahap. Sementara itu, sektor penyewaan lapangan belum memberikan pemasukan berarti karena rendahnya tingkat pemanfaatan. Sebaliknya, pendapatan dari retribusi pasar mengalami kenaikan.
Unit peternakan ayam petelur menjadi salah satu program strategis. Usaha ini mendapat dukungan dana hibah dari pemerintah daerah yang digunakan untuk pembangunan kandang, penyediaan pakan, vaksinasi, serta kebutuhan operasional lainnya. Karena masih dalam tahap pengembangan, unit ini belum menjadi penyumbang laba utama.
Dari sisi keuangan, laporan menunjukkan adanya pengeluaran untuk operasional rutin seperti energi, pemeliharaan, konsumsi kegiatan, dan administrasi. Meski terdapat berbagai biaya, BUMDes tetap mencatatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dinilai cukup positif.
Pengurus juga mengakui adanya sejumlah hambatan dalam operasional, mulai dari biaya produksi yang tinggi, keterbatasan sarana, kondisi cuaca, hingga persoalan kedisiplinan pembayaran pelanggan. Untuk mengatasinya, BUMDes menerapkan berbagai strategi seperti peningkatan kualitas layanan, promosi usaha, perawatan berkala, serta pengelolaan peternakan yang lebih terencana.
Dalam forum diskusi, peserta rapat menyoroti pentingnya tata kelola keuangan yang rapi. Setoran PADes disarankan masuk langsung ke rekening desa agar tercatat secara resmi. Selain itu, fungsi pengawasan diminta lebih aktif, terutama dalam mengawal penggunaan penyertaan modal desa agar sesuai aturan dan didukung studi kelayakan.
Pemerintah Desa Banjarsari berharap BUMDes Taman Sari Makmur terus memperkuat kinerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi warga. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menambah pemasukan desa secara berkelanjutan.(red)
