Inovasi Pakan Herbal Antar Mahasiswa Lombok Timur Masuk Tiga Besar Kompetisi HIPMI NTB
Klik86.com - Mataram – Kiprah mahasiswa asal Lombok Timur kembali menunjukkan prestasi membanggakan di dunia kewirausahaan. Tiga mahasiswa Universitas Mataram berhasil menembus posisi tiga besar dalam ajang Business Plan Competition yang digelar oleh HIPMI NTB setelah menghadirkan konsep bisnis pakan ternak berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.
Mahasiswa tersebut yakni Muhamad Dicky Subagia, Aryanto Arbi, dan Zidni Ilman yang berasal dari Kecamatan Masbagik. Mereka tampil membawa ide usaha bertajuk “KroHerb”, sebuah inovasi pakan ternak fungsional yang memanfaatkan kroto dan tanaman herbal sebagai bahan utama.
Kompetisi yang mempertemukan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas bisnis muda di NTB itu berlangsung dalam beberapa tahapan seleksi. Para peserta diwajibkan mengajukan proposal usaha yang kemudian dinilai berdasarkan unsur kreativitas, keberlanjutan bisnis, serta manfaat ekonomi dan sosial yang dapat diwujudkan.
Dari seluruh peserta, hanya sepuluh tim terbaik yang lolos menuju tahap presentasi. Pada sesi tersebut, tim mahasiswa Universitas Mataram asal Masbagik sukses menarik perhatian juri melalui konsep bisnis yang menggabungkan sektor peternakan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Babak presentasi semifinal dilaksanakan di Camoris Coffee & Resto, Kota Mataram. Setelah melalui penilaian lanjutan, tim KroHerb akhirnya dinyatakan lolos ke babak final bersama dua peserta lainnya.
Final kompetisi berlangsung di Prime Plaza Hotel Mataram dengan menghadirkan sejumlah investor dan praktisi usaha. Dalam kesempatan itu, tim KroHerb memaparkan solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan berbahan kimia dan antibiotik sintetis.
Melalui inovasi yang mereka kembangkan, kroto dijadikan sumber protein alami yang dipadukan dengan kunyit, jahe, dan daun kelor. Kombinasi bahan tersebut diyakini mampu meningkatkan kesehatan ternak sekaligus menekan biaya produksi pakan.
Tim mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa gagasan KroHerb lahir dari hasil pengamatan terhadap persoalan peternak yang kerap menghadapi mahalnya harga pakan komersial serta risiko penggunaan bahan tambahan kimia secara berlebihan.
Tak hanya menawarkan produk pakan, mereka juga memperkenalkan rencana pembangunan kawasan eko-eduwisata berbasis masyarakat. Konsep tersebut dirancang sebagai pusat budidaya semut rangrang, produksi pakan herbal, hingga sarana pembelajaran dan pengembangan usaha lokal.
Gagasan itu pun mendapat respons positif dari sejumlah investor yang hadir dalam final kompetisi. Beberapa pihak bahkan menyatakan minat untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan usaha KroHerb ke depan.
Keberhasilan ketiga mahasiswa asal Lombok Timur tersebut menjadi bukti bahwa inovasi berbasis riset yang dikembangkan generasi muda mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah.(red)
