NTB Disiapkan Jadi Lumbung Bawang Putih RI, Mentan Pasang Target Stop Impor
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah pusat mempercepat langkah menuju kemandirian pangan dengan menggenjot produksi bawang putih dalam negeri. Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan menjadi salah satu daerah utama penopang program tersebut setelah dinilai memiliki potensi lahan dan produktivitas yang tinggi.
Komitmen itu ditegaskan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat berkunjung ke Lombok Timur, Senin (9/2/2026). Agenda kerja tersebut difokuskan pada penguatan budidaya bawang putih, mulai dari kesiapan lahan, benih, hingga jaminan pasar bagi petani.
Dalam keterangannya, Amran menyebut pemerintah menargetkan pengurangan signifikan impor bawang putih dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai kebutuhan nasional sebenarnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri jika pengelolaan lahan dilakukan secara optimal.
NTB dipilih sebagai lokasi prioritas karena dinilai memiliki kondisi agroklimat yang cocok. Sejumlah sentra tanam di wilayah ini bahkan mampu mencatat hasil panen tinggi per hektar dengan mutu umbi yang kompetitif di pasar.
Untuk mendukung percepatan produksi, Kementerian Pertanian menyiapkan intervensi anggaran negara, termasuk distribusi benih dan penguatan sarana produksi. Pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan harga agar hasil panen petani tetap bernilai ekonomi.
Selain aspek produksi, perhatian juga diarahkan pada tata niaga dan pascapanen. Pemerintah ingin memastikan rantai distribusi berjalan efisien sehingga keuntungan tidak hanya dinikmati di hilir, tetapi juga oleh petani di tingkat hulu.
Dalam pertemuan bersama para penyuluh pertanian, Mentan menekankan pentingnya peran pendamping lapangan dalam meningkatkan keterampilan petani. Penyuluh diminta aktif mendorong adopsi teknologi dan praktik budidaya yang lebih produktif.
Selama berada di Lombok Timur, rombongan juga meninjau area pengeringan dan kebun bawang putih milik petani. Dialog langsung digelar untuk menyerap masukan serta mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Pengembangan bawang putih nasional ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan, menekan impor, sekaligus mendorong kesejahteraan petani di daerah. Jika program berjalan sesuai rencana, Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi sendiri.(red)
