Dinas Peternakan Lombok Timur Imbau Peternak Sapi Hindari Isu Terkait PMK
klik86.com - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menunjukkan tren peningkatan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebarannya ke wilayah lain, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Kabupaten Lombok Timur, meskipun dampaknya belum signifikan, sejumlah kasus PMK telah terdeteksi, menyerang puluhan ternak. Fenomena ini diduga berkaitan dengan aktivitas lalu lintas hewan antarwilayah serta perubahan kondisi cuaca.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Ir. Mashur, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan intensif di tingkat peternak dan pasar ternak guna memastikan situasi tetap terkendali. “Kami sedang menunggu distribusi vaksin tambahan dari pemerintah pusat, yang akan segera dilaksanakan. Program vaksinasi ini sangat penting untuk memperkuat kekebalan ternak,” tutur Mashur.
Sebanyak 35 ternak yang sebelumnya terindikasi PMK kini telah dinyatakan sembuh berkat penanganan yang tepat. Proses vaksinasi yang dimulai sejak 17 Januari 2025 terus berjalan di seluruh kecamatan. Hingga saat ini, dari alokasi awal 5.000 dosis vaksin, sebanyak 4.950 dosis telah berhasil disuntikkan kepada ternak, sementara sisanya direncanakan selesai dalam dua hari mendatang.
Mashur menambahkan bahwa Lombok Timur telah menerima jatah vaksin sebanyak 40.000 dosis, yang akan didistribusikan secara bertahap. “Program vaksinasi ini adalah langkah preventif yang sangat krusial untuk mencegah penyebaran PMK,” jelasnya.
Ia juga mengimbau peternak untuk tetap tenang jika ternaknya terjangkit PMK. Penyakit ini, menurut Mashur, dapat diobati selama mendapat penanganan yang benar. “Kami meminta peternak tidak tergesa-gesa menjual ternak yang sakit. Lebih baik fokus pada pengobatan dan pencegahan dengan vaksinasi sejak dini,” ujarnya.
Pemerintah pusat telah menyediakan layanan vaksinasi gratis yang dapat diakses oleh peternak melalui fasilitas kesehatan hewan dan tenaga medis yang sudah disiapkan. Mashur mendorong peternak yang belum memanfaatkan layanan ini untuk segera melakukannya.
Selain itu, Mashur mengingatkan agar peternak tidak mudah percaya pada informasi palsu atau rumor yang beredar, terutama yang disebarkan oleh pedagang atau pihak yang ingin mengambil keuntungan di tengah situasi ini. “Berita tidak benar justru bisa merugikan peternak, misalnya memengaruhi harga jual ternak,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, Dinas Peternakan Lombok Timur optimistis mampu mengendalikan penyebaran PMK dan menjaga stabilitas usaha peternakan di wilayah tersebut.
(dan)
