Polda NTB Gandeng Sekolah Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Judi Online
Klik86.com - MATARAM — Penguatan karakter dan kesadaran digital di kalangan pelajar menjadi perhatian Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB). Melalui kegiatan pembinaan di SMAN 1 Mataram, Senin (19/10/2026), kepolisian mengajak siswa membangun kebiasaan positif sekaligus menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan.
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda NTB, Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., hadir secara langsung untuk menyampaikan arahan kepada para siswa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program 100 Hari Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat, yang mendorong pendekatan edukatif dan kedekatan polisi dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sudartomo menyoroti judi online sebagai salah satu persoalan yang perlu diantisipasi sejak lingkungan pendidikan. Menurutnya, pelajar harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak terjebak dalam aktivitas perjudian yang kerap dipromosikan melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Para siswa diingatkan untuk tidak mudah percaya pada iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Mereka juga didorong agar lebih cermat menggunakan internet, menjaga informasi pribadi, serta menghindari tautan maupun tawaran mencurigakan yang berpotensi merugikan.
Pembinaan tersebut juga mengangkat persoalan kedisiplinan dan perilaku di lingkungan sosial. Siswa diminta menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan karakter, dengan tetap menaati aturan serta menghormati guru dan orang tua.
Selain itu, kepolisian mengingatkan pelajar agar tidak terlibat dalam tawuran, balap liar, geng motor, maupun kegiatan lain yang berisiko mengganggu ketertiban umum. Waktu dan energi yang dimiliki para remaja diharapkan dapat diarahkan ke kegiatan yang produktif, seperti olahraga, kesenian, organisasi, dan berbagai aktivitas pengembangan diri.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar memerlukan langkah pencegahan yang berkelanjutan. Edukasi di sekolah menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan risiko kejahatan digital sekaligus menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam memilah informasi dan mengenali konten berbahaya. Dengan demikian, pelajar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan belajar, tetapi juga dapat melindungi diri dari pengaruh negatif di ruang digital.
Polda NTB berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kerja sama antara kepolisian dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Para siswa juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cerdas dalam bermedia digital, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Kegiatan di SMAN 1 Mataram berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari para siswa. Pendekatan langsung seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pelajar terhadap keamanan diri sekaligus mendorong mereka berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.(red)

