BREAKING NEWS

Lindungi Wisatawan dari Ancaman Bencana, Lombok Timur Perkenalkan Aplikasi SIGUMI


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR – Penguatan sistem informasi kebencanaan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan, khususnya di kawasan Gunung Rinjani. Bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Pemkab Lombok Timur memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI) sebagai bagian dari inovasi mitigasi bencana berbasis teknologi.

Kerja sama tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan perjanjian, penyampaian hasil penelitian, serta pengenalan aplikasi SIGUMI di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (14/10/2026). Kegiatan itu juga mencakup edukasi dan pelatihan komunikasi kebencanaan untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih aman dan berkelanjutan.

Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin menyebut pemanfaatan teknologi sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan daerah. Menurutnya, Lombok Timur memiliki sumber daya alam dan daya tarik wisata yang besar, tetapi kondisi geografisnya juga menghadirkan risiko bencana yang membutuhkan penanganan serius.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat upaya pengurangan risiko melalui kebijakan dan regulasi. Hairul juga menyambut baik kehadiran SIGUMI yang dinilai dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemanfaatan sistem digital.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari langkah antisipasi bencana, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi menjelaskan bahwa ancaman kebencanaan merupakan tantangan penting bagi daerah yang memiliki destinasi wisata unggulan. Salah satunya Gunung Rinjani, yang termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030 menempatkan Provinsi NTB pada peringkat ketujuh secara nasional dalam tingkat kerawanan bencana. Di Lombok Timur, terdapat hampir 11 jenis ancaman yang perlu diantisipasi, antara lain erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin puting beliung, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta tsunami.

Beragam ancaman tersebut menuntut kemampuan petugas yang memadai, sistem koordinasi yang kuat, dan penyampaian informasi yang cepat. Kebutuhan itu semakin penting di kawasan wisata karena situasi darurat dapat melibatkan pengunjung yang belum mengenal kondisi lingkungan setempat.

Mulyadi turut menyinggung laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 30 September 2026 yang menyebutkan Gunung Rinjani berada pada Level II. Ia menegaskan perlunya kesiapan BPBD untuk mengambil langkah sesuai perkembangan status gunung dan rekomendasi dari instansi berwenang, termasuk dalam upaya menjaga keselamatan wisatawan.

Dalam skema yang dikembangkan, SIGUMI diharapkan membantu penyampaian peringatan dini sebelum bencana serta mendukung respons darurat melalui informasi berbasis koordinat. Fitur tersebut ditujukan untuk memudahkan petugas mengidentifikasi lokasi kejadian dan menemukan titik korban sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Riset Inovatif Produktif (Rispro), Adhiyanti Nurjanah, menjelaskan bahwa SIGUMI dibangun dengan empat landasan utama, yakni mitigasi bencana, komunikasi inklusif, kolaborasi pentahelix, dan pariwisata berkelanjutan.

Pengembangan aplikasi ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga mendorong keterlibatan berbagai unsur dalam membangun kesadaran bencana. BPBD dan Dinas Pariwisata ditetapkan sebagai administrator, sedangkan masyarakat dan wisatawan diharapkan turut berperan dalam mendukung penyebaran informasi serta pengurangan risiko.

Adhiyanti mengatakan penelitian yang telah berlangsung selama satu tahun tersebut diharapkan menghasilkan manfaat yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Ia juga menilai dukungan regulasi daerah menjadi salah satu faktor penting agar penyelenggaraan mitigasi bencana dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.

SIGUMI sendiri merupakan aplikasi berbasis perangkat seluler yang dirancang untuk menyediakan informasi mitigasi bencana gunung berapi bagi masyarakat, pendaki, wisatawan, pengelola destinasi, dan pemerintah. Informasi dalam aplikasi diharapkan dapat membantu pengguna memahami potensi bahaya serta meningkatkan kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam proses pengembangan dan direncanakan tersedia melalui Google Play Store serta Apple App Store. Setelah dapat diakses secara luas, SIGUMI diharapkan menjadi salah satu sarana pendukung dalam membangun budaya sadar bencana, terutama bagi pengunjung kawasan gunung berapi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mitigasi bencana di destinasi wisata rawan bencana dan pemaparan pemanfaatan SIGUMI oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan. Peserta juga mengikuti uji coba aplikasi yang dipandu tim Rispro untuk mengenal penerapan sistem tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga kebencanaan, dan sektor pariwisata, Lombok Timur berupaya membangun penanganan bencana yang semakin terintegrasi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat keselamatan pengunjung sekaligus memastikan pengembangan pariwisata Gunung Rinjani berjalan seiring dengan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image