Siaga Hadapi Kemarau, PDAM Lombok Timur Andalkan Konservasi Mata Air dan Penguatan Layanan Publik
Klik86.com - Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah. Hingga saat ini, seluruh sumber air yang menjadi andalan perusahaan masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga belum ditemukan kendala berarti dalam proses distribusi, Rabu (08/07/2026).
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, S.Kep, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, debit air di sejumlah mata air masih berada pada tingkat yang aman sehingga operasional perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menjelaskan, kapasitas produksi air yang dikelola PDAM saat ini mencapai sekitar 350 liter per detik. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 liter per detik telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan selatan Lombok Timur, sementara sisanya dipasok dari berbagai sumber mata air lain yang tersebar di sejumlah wilayah.
Menurut Sopyan, menjaga keberlangsungan sumber air tidak cukup hanya mengandalkan pengelolaan teknis. Karena itu, perusahaan juga menaruh perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui program penghijauan di kawasan resapan air.
Program tersebut dijalankan bersama Bank NTB Syariah dengan melibatkan masyarakat sekitar mata air. Selain melakukan penanaman pohon, warga juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan dan daerah tangkapan air agar ketersediaan air baku tetap terjaga dalam jangka panjang. Seluruh pembiayaan kegiatan konservasi tersebut berasal dari anggaran perusahaan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang turut menjaga kawasan sumber air, PDAM juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Di bidang pengelolaan keuangan, PDAM Lombok Timur juga menyiapkan strategi baru dengan menempatkan dana perusahaan yang belum digunakan untuk operasional ke dalam deposito di Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan lembaga keuangan milik daerah.
Dana yang direncanakan untuk ditempatkan pada tahap awal mencapai sekitar Rp2 miliar dan berpotensi meningkat hingga Rp5 miliar sesuai perkembangan kondisi keuangan perusahaan. Meski ditempatkan dalam deposito, dana tersebut tetap dapat dimanfaatkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendukung operasional.
Pendapatan dari hasil deposito nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Selain memperkuat aspek keuangan, PDAM juga terus melakukan pembenahan organisasi dengan mendorong peningkatan status sejumlah unit pelayanan menjadi kantor cabang. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.
Namun, perubahan status tersebut harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, yakni setiap unit wajib memiliki sedikitnya 3.000 sambungan rumah (SR). Saat ini beberapa unit telah melayani lebih dari 2.300 pelanggan dan ditargetkan mampu memenuhi ketentuan tersebut dalam beberapa bulan mendatang melalui perluasan layanan.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan PDAM. Ia menilai penempatan dana perusahaan di BPR merupakan langkah yang tepat karena dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan hanya disimpan di rekening biasa.
Bupati juga meminta dilakukan verifikasi terhadap pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran air, khususnya masyarakat dari kelompok kurang mampu. Dari total piutang pelanggan yang mencapai sekitar Rp11 miliar, pemerintah daerah mengusulkan agar sekitar Rp5 miliar dapat dihapuskan bagi warga yang memenuhi kriteria setelah melalui proses pendataan dan verifikasi secara menyeluruh.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus dilaksanakan secara objektif agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sementara pelanggan lain tetap bertanggung jawab menyelesaikan kewajibannya sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan status unit pelayanan menjadi kantor cabang harus dibarengi kesiapan jumlah pelanggan dan kualitas pelayanan sehingga keberadaan cabang baru benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penguatan konservasi lingkungan, pengelolaan keuangan yang lebih produktif, serta peningkatan kapasitas pelayanan, PDAM Lombok Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya menjaga keberlanjutan pasokan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah tantangan musim kemarau.(red)
