BREAKING NEWS

Bantuan UMKM Di Kota Lubuklinggau Murni Bukan Dari APBD

LUBUKLINGGAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sum-Sel),melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menyalurkan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau sebanyak 120 pelaku usaha, setiap pelaku usaha mendapatkan sebesar Rp 2.000.000; (Dua Juta Rupiah).

Pemberian bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM,diserahkan langsung oleh Walikota Lubuklinggau,H Rachmat Hidayat bertempat di Cinema Hall Perkantoran Pemkot Lubuklinggau, Rabu (19/8).

Dalam kegiatan itu juga turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau H Trisko Defriansyah,Ketua Corporate Social Responsibility (SCR) Rianda Pratama. 

Perwakilan Mapolres Kota Lubuklinggau,perwakilan Dandim 0406 Lubuklinggau,para Staf Ahli,Asisten,Kepada Bagian (Kabag). 

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),Kepa la Kantor,Kepala Badan,Camat,Pimpinan Cabang PT Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Lubuklinggau,Bank BNI,dari REI dan PI. 

Kepala Dinas UKM Kota Lubuklinggau Lie Sumirat memaparkan,untuk kegiatan hari ini dalam rangka pemberian bantuan lokak terhadap pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau. 

Sebagai salah satu upaya Pemkot Lubuklinggau, untuk membangun perekonomian yang berbasis potensi lokal. 

" Melalui program unggulan dan kegiatan pasilitasi akses perizinan dan bantuan permodalan kepada UMKM,sebesar Rp 2.000.000; (Dua Juta Rupiah) hinga Rp 5.000.000; ( Lima Juta Rupiah),"papar Lie Sumirat. 

Dijelaskan Lie Sumirat,sasaran bantuan modal bagi pelaku usaha UMKM lokal ini,sebanyak 120 pelaku usaha yang ada di Kota Lubuklinggau. 

Sedangkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini,supaya pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau mampu untuk meningkatkan kapasitas usaha. 

" Membantu modal usaha,modal kerja hinga meningkatkan produktivitas dan kualitas prodak serta meningkatkan pelaku UMKM maupun menciptakan lapangan pekerjaan,"jelas Lie Sumirat. 

Ketua CSR Kota Lubuklinggau Rianda Pratama mengungkapkan,guna meningkatkan perekonomian banyak para prusahaan yang ada di Kota Lubuklinggau sudah bergabung dengan forum CSR. 

Kami menyadari bahwa para UMKM yang ada di Kota Lubuklinggau ini,memang persoalan utamanya ada di permodalan. 

Untuk itu mewakili forum CSR,saya sangat berterimakasih sekali kepada REI,PI maupun para developer-devloper yang ada di Kota Lubuklinggau.

" Yang telah menyisihkan keuntungan untuk disumbangkan dan membantu,bagi para pelaku-pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau,"ungkap Rianda Pratama.

Pimpinan Cabang PT Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Lubuklinggau Rianda Pratama menyampaikan,harapan kami kedepannya tehadap forum CSR ini sangat besar. 

Karena dengan adanya kegiatan ini sebagai salah satu contoh,untuk meningkatkan usaha lebih baik lagi. 

Sebab forum CSR ini bukan hanya untuk usaha tertentu saja,seperti yang sudah di contohkan oleh para developer-devloper di Kota Lubuklinggau. 

Untuk itu kami selaku forum CSR hanya memfasilitasi bagi pelaku-pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau,selama bekerjasama dengan Pemkot Lubuklinggau. 

" Dan kami juga memiliki cita-cita dan program-program,guna membatu dan mendukung Pemkot Lubuklinggau,"harap Rianda Pratama. 

Walikota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat menuturkan bahwa bantuan bagi pada pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau ini,merupakan bantuan tahap ke tiga. 

Di tahap pertama sebanyak 40 pelaku usaha,tahap dua 35 pelaku usaha dan ke tiga sebanyak 120 pelaku yang menerima bantuan sebesar Rp 2.000.000;.

Semasa kepemimpinan kami sejak dilantik pada bulan Februari di tahun 2025 lalu,karena kondisi anggran sangat terbatas jadi kami Pemkot Lubuklinggau hanya mampu menyalurkan di tahap awal sebesar Rp 2 Juta rupiah.

Kemudian kami merencanakan untuk di tahap selanjutnya akan ada penambahan besaran bantuan permodalan ini,namun dikarenakan di tahun 2026 mengalami efesiensi anggran. 

" Untuk itu di kwatir nantinya bantuan bagi para pelaku UMKM ini menjadi polemik dan bumerang bagi Pemkot Lubuklinggau,makanya bantuan tersebut kami tetapkan sebesar Rp 2 Juta rupiah, "tutur Wako. 

Lanjutnya lagi,bantuan bagi pelaku UMKM sebesar Rp 2 juta rupiah tersebut,bantuan ini tidak bisah di karper atau handle dari Anggran Pendapatan Belanjah Daerah (APBD).

Karena yang namanya bantuan tunai itu ada dua macam,yaitu Bantuan Sosial (Bansos) dan bantuan dana hibah. 

Namun kami tidak patah semangat,sehingga dapat berkolaborasi dengan Basnas dan forum CSR. 

" Sehingga bantuan permodalan bagi para pelaku-pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau,memang murni bukan menggunakan APBD melainkan melalui CSR,"pungkas Wako.(Zul) 







Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image