BREAKING NEWS

Lanal Mataram Bongkar Dugaan Jaringan Penyelundupan Benih Lobster, 10 Ribu Ekor Berhasil Diselamatkan


Klik86.com - 
Mataram – Upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) kembali berhasil dipatahkan aparat TNI Angkatan Laut. Dalam operasi yang digelar di kawasan Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram mengamankan sekitar 10.000 ekor benih lobster yang diduga akan diperdagangkan tanpa izin resmi.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi yang diterima aparat mengenai adanya aktivitas pengiriman BBL dari Pulau Sumbawa menuju Pulau Lombok melalui jalur penyeberangan. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat terhadap arus kendaraan dan barang yang masuk ke Pelabuhan Kayangan.

Komandan Lanal Mataram, Letkol Laut (P) Eko Darmawan, ST, mengungkapkan bahwa pelaku diduga menggunakan berbagai cara untuk menghindari pemeriksaan. Salah satunya dengan memindahkan paket berisi benih lobster dari kendaraan pribadi ke mobil travel sebelum menyeberang ke Pulau Lombok.

Strategi tersebut ternyata tidak berhasil mengelabui petugas. Saat kapal sandar dan proses bongkar muat berlangsung pada dini hari, personel Lanal Mataram berhasil menemukan paket mencurigakan yang ditinggalkan di area pelabuhan. Sementara kendaraan yang mengangkut barang tersebut langsung meninggalkan lokasi sehingga identitas pihak yang terlibat masih dalam penelusuran.

Pemeriksaan terhadap paket tersebut mengungkap adanya 50 kantong plastik berisi benih lobster hidup. Setiap kantong diperkirakan memuat sekitar 200 ekor, sehingga total keseluruhan mencapai kurang lebih 10.000 ekor.

Seluruh benih kemudian diamankan ke Markas Lanal Mataram untuk dilakukan pendataan dan dokumentasi. Setelah dipastikan kondisinya masih layak hidup, ribuan benih lobster itu dilepas kembali ke habitat alaminya di perairan Senggigi, Lombok Barat, guna menjaga kelestarian sumber daya laut.

Menurut Eko, penyelundupan benih lobster merupakan kejahatan yang berdampak luas karena dapat mengganggu keberlanjutan populasi lobster sekaligus mengurangi potensi ekonomi sektor perikanan nasional. Ia menegaskan bahwa benih lobster merupakan komoditas yang pemanfaatannya telah diatur dan diprioritaskan untuk mendukung pengembangan budidaya di dalam negeri.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap siapa pengirim, penerima, maupun pihak lain yang diduga menjadi bagian dari jaringan penyelundupan tersebut. Lanal Mataram juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna memperluas penyelidikan dan memburu para pelaku.

Dari jumlah benih yang berhasil diamankan, nilai ekonominya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah apabila berhasil diperdagangkan secara ilegal. Oleh karena itu, aparat memastikan pengawasan terhadap jalur distribusi komoditas perikanan bernilai tinggi akan terus diperketat sebagai bagian dari upaya melindungi kekayaan laut Indonesia dari praktik perdagangan ilegal.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image