Sekolah-Sekolah di Lombok Timur Tampil Wajah Baru, Pemda Dorong Lompatan Kualitas Pendidikan
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mempercepat pembenahan sektor pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025. Program tersebut resmi diluncurkan dalam sebuah seremoni di SDN 1 Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kamis (29/1/2026), yang dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa tantangan pembangunan pendidikan tidak hanya terletak pada perencanaan, tetapi juga pada ketersediaan anggaran. Oleh sebab itu, ia menilai kehadiran mitra pembangunan dari luar pemerintah sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan sarana belajar yang layak.
“Pendidikan tidak bisa menunggu. Jika hanya bergantung pada anggaran negara, maka proses perbaikan akan berjalan sangat lambat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi solusi nyata,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan prioritas jangka panjang pemerintah daerah. Selain perbaikan infrastruktur sekolah, Lombok Timur juga tengah menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah lain serta merancang sekolah unggulan guna mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing.
Bupati juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembinaan karakter peserta didik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kualitas generasi yang dihasilkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyampaikan bahwa sekolah yang direvitalisasi berdiri di atas lahan hibah yang diberikan oleh pihak sekolah bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk gotong royong nyata demi kemajuan pendidikan.
Dengan fasilitas yang kini lebih memadai, ia meminta seluruh tenaga pendidik untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai pemacu peningkatan prestasi siswa. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan iklim belajar yang produktif.
“Bangunan sudah layak, sarana sudah tersedia. Sekarang yang dibutuhkan adalah kinerja dan inovasi agar prestasi siswa ikut meningkat,” ujarnya.
Ia juga menilai positif metode pembangunan secara swakelola yang digunakan dalam program ini, karena selain efisien, juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar sekolah.
Di sisi lain, Ketua Panitia Nur Hidayati menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya soal perbaikan gedung, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya para donatur yang terlibat melalui program Classroom Hope.
Program revitalisasi pendidikan tahun 2025 di Lombok Timur mencakup perbaikan 36 Sekolah Dasar dan 10 Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan Kecamatan Lenek menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus.
Kegiatan peresmian ditutup dengan prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Lombok Timur bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tanda dimulainya pemanfaatan gedung sekolah yang telah direvitalisasi. Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, perwakilan lembaga mitra, pejabat pendidikan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta para pengawas sekolah.(red)
