Tradisi Metu Telu Tutup Pesona Budaya Pengadangan, Bupati dan Wabup Turun Langsung di Tengah Hujan
Klik86.com - Lombok Timur – Penutupan gelaran Pesona Budaya Desa Pengadangan edisi ketujuh, Rabu (26/11/2025), berlangsung hidup meski kawasan desa diguyur hujan. Ribuan warga tetap memadati simpang empat kantor desa untuk menyaksikan acara puncak yang turut dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersama pasangan masing-masing.
Acara menjadi semakin menarik ketika kedua pimpinan daerah turun langsung dalam pertunjukan teaterikal Midang. Pada salah satu adegan, Bupati dan Wakil Bupati memainkan prosesi menumbuk padi menggunakan geneng di tengah arena. Adegan simbolik itu menggambarkan pentingnya kerja bersama dalam membangun masyarakat. Mereka juga berpartisipasi dalam prosesi Metu Telu, yang memvisualisasikan hubungan erat antara tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah.
Dalam sambutan yang disampaikan di hadapan masyarakat, Bupati Haerul Warisin menyebut hujan sebagai tanda keberkahan dan doa baik bagi warga Pengadangan. Ia menekankan bahwa kegiatan kebudayaan seperti ini harus menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai moral, persatuan, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Bupati meminta Dinas Pariwisata memberi perhatian khusus terhadap penyelenggaraan agenda budaya, sekaligus memastikan perbaikan akses jalan menuju Pengadangan sebagai penunjang geliat ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Pengadangan, Iskandar, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah sejak awal persiapan hingga penutupan acara. Ia kembali menyampaikan kondisi jalan desa yang memerlukan peningkatan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Rangkaian penutupan diwarnai beragam pertunjukan khas masyarakat Sasak. Gendang Beleq kolosal, tari Metu Telu, Kirab Dulang, hingga ritual Betetulak Begibung menjadi suguhan yang menggugah antusiasme warga. Hujan tidak memadamkan semangat, justru menambah kesan khidmat pada acara budaya yang telah menjadi identitas desa tersebut.(red)
