BREAKING NEWS

11.610 Keluarga di Lombok Timur Masuk Program Genting, Pemkab Perkuat Pengawalan Cegah Stunting


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperluas pengawalan terhadap keluarga yang masuk kategori berisiko mengalami stunting. Langkah itu dilakukan dengan memperkuat pembagian wilayah pendampingan, menetapkan penanggung jawab di setiap sektor, serta memastikan intervensi yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga sasaran.

Penguatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (1/9/2026).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memimpin koordinasi percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S).

Dalam rapat itu, pemerintah daerah mematangkan pembagian wilayah binaan Genting yang telah dituangkan melalui keputusan kepala daerah. Skema tersebut diarahkan agar setiap wilayah memiliki pihak yang jelas untuk mengawal perkembangan program, termasuk dalam memantau kebutuhan dan persoalan yang dihadapi keluarga penerima manfaat.

Edwin mengatakan, pola kerja tersebut diperlukan agar koordinasi tidak hanya berlangsung pada saat rapat. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra diharapkan memiliki petugas yang benar-benar mengetahui kondisi wilayah binaannya dan mampu meneruskan berbagai informasi kepada pihak terkait.

Dengan pola tersebut, perubahan personel maupun perwakilan dalam kegiatan tidak diharapkan mengganggu kesinambungan program.

Selain persoalan koordinasi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kualitas kader. Mereka didorong memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan penyuluhan, mencatat perkembangan keluarga serta melakukan pemantauan secara rutin.

Penguatan tersebut perlu dibarengi dengan dukungan operasional yang memadai agar tugas pendampingan dapat berjalan di lapangan. Ketersediaan logistik, insentif dan koordinasi berkala menjadi bagian yang turut dibahas dalam pertemuan.

Program Genting sendiri menggabungkan berbagai jenis intervensi untuk menekan faktor risiko stunting. Pada sisi pemenuhan gizi, bantuan diberikan kepada kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah usia dua tahun.

Intervensi tidak berhenti pada bantuan makanan. Pemerintah juga menangani faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal melalui dukungan akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni hingga pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas masyarakat.

Pendampingan keluarga dilakukan secara bersamaan melalui edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini dinilai penting agar keluarga memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang mendukung pencegahan stunting dalam jangka panjang.

Edwin menegaskan seluruh langkah tersebut harus dikerjakan melalui semangat kolaborasi. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan stunting berkaitan dengan kesehatan, gizi, lingkungan, kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Pertemuan ini untuk membangun sistem kerja. Intervensi spesifik dan sensitif yang diperlukan harus disampaikan kepada mitra-mitra Genting,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, menilai Lombok Timur memiliki peran penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di NTB.

Ia menyebut berbagai inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah sebagai bukti adanya keseriusan dalam menangani persoalan tersebut. Namun, capaian yang ada tetap perlu diikuti dengan pembenahan sistem, termasuk kualitas data program.

Makripuddin menyoroti adanya ketidaksesuaian antara data realisasi Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pada aplikasi dengan laporan yang disampaikan Dinas P3AKB Lombok Timur. Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera diperbaiki agar data daerah yang diterima pemerintah pusat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Di sisi lain, capaian Program Genting di Lombok Timur telah berada di kisaran 81 persen. Angka tersebut masih akan terus didorong agar semakin tinggi, dengan perhatian utama pada ketepatan penerima bantuan dan pemanfaatannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur, Muksin, menyampaikan bahwa keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran program mencakup ibu hamil, ibu menyusui, baduta serta anak yang mengalami stunting.

Berdasarkan sasaran yang ditetapkan pemerintah pusat melalui BKKBN, Lombok Timur memiliki 14.106 keluarga berisiko stunting. Dari total tersebut, sebanyak 11.610 keluarga telah terintegrasi dalam program.

Sejumlah intervensi telah diberikan kepada keluarga sasaran. Edukasi tercatat telah menjangkau 9.627 keluarga, sedangkan bantuan nutrisi diberikan kepada 1.574 keluarga.

Untuk kebutuhan dasar lingkungan, intervensi air bersih telah menyasar 394 keluarga. Sebanyak 14 keluarga mendapat dukungan terkait jamban sehat, sementara satu keluarga memperoleh bantuan rumah layak huni.

Muksin menekankan bahwa pendampingan terhadap keluarga tidak boleh hanya berorientasi pada penyaluran bantuan. Program diharapkan mampu membentuk perubahan perilaku sehingga keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kebersihan lingkungan dan memantau pertumbuhan anak secara mandiri.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja lintas sektor, mulai dari OPD, kecamatan, puskesmas, dunia usaha, lembaga sosial, organisasi profesi, komunitas hingga Tim Pendamping Keluarga.

Penguatan sistem tersebut diharapkan membuat setiap keluarga sasaran memperoleh pendampingan yang lebih konsisten, bantuan yang lebih tepat guna dan intervensi yang sesuai dengan persoalan masing-masing.

Dengan demikian, Program Genting di Lombok Timur tidak hanya mengejar angka capaian, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata pada kondisi kesehatan dan kualitas hidup keluarga dalam jangka panjang.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image