Tingkatkan Budaya Literasi, MIO Lombok Timur Inisiasi Program Edukasi untuk Santri dan Pelajar
Klik86.com - Lombok Timur – Meningkatnya kebutuhan akan kemampuan literasi di tengah derasnya arus informasi digital mendorong Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Media Independen Online Indonesia (MIO) Kabupaten Lombok Timur menyiapkan program edukasi bagi kalangan pelajar. Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Bagik Payung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang akan melibatkan santri dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut menyasar peserta didik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Melalui kegiatan ini, MIO ingin memperkuat kemampuan peserta dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan media secara bertanggung jawab.
Ketua DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, menilai penguatan literasi merupakan kebutuhan mendesak di era digital. Menurutnya, kemampuan membaca saja tidak lagi cukup apabila tidak diimbangi dengan keterampilan menganalisis informasi dan mengenali sumber yang dapat dipercaya.
"Generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Literasi menjadi bekal penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan," katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai literasi membaca dan menulis, literasi digital, pemanfaatan media sosial secara bijak, serta pemahaman mengenai keamanan saat beraktivitas di internet. Selain itu, MIO juga akan memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik sebagai bekal agar peserta mampu menyampaikan informasi secara akurat dan beretika.
Tidak hanya berfokus pada aspek media, program tersebut juga akan menghadirkan materi mengenai literasi keuangan. Melalui sesi ini, peserta diharapkan memahami pentingnya mengelola keuangan secara sederhana sejak usia sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter mandiri.
Penyelenggara memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan disusun dengan menyesuaikan jadwal belajar di lingkungan pondok pesantren. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan tidak akan mengganggu aktivitas akademik para santri maupun siswa.
Untuk mendukung kualitas pelaksanaan, MIO berencana menggandeng tenaga pendidik, praktisi media, serta narasumber yang memiliki kompetensi di bidang literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif.
Saat ini, koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren NW Bagik Payung masih terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan. MIO berharap program tersebut dapat menjadi salah satu kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat budaya literasi di Lombok Timur.
Sekretaris DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Munir Fauzi, menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan perkembangan informasi di masa depan.(red)
