Sembalun Jadi Andalan NTB Dongkrak Produksi Bawang Putih, Target Swasembada Nasional Dikejar
Klik86.com - LOMBOK TIMUR – Kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi perhatian dalam upaya pemerintah mengembalikan kejayaan produksi bawang putih nasional.
Potensi pertanian dataran tinggi Sembalun dinilai menjadi modal penting untuk memperkecil ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri. Pemerintah pusat bersama Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani kini memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas komoditas tersebut.
Keseriusan itu ditunjukkan melalui kegiatan tanam dan panen bawang putih yang digelar di Sembalun. Dalam agenda tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan pin emas kepada Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam menjalankan program percepatan swasembada bawang putih nasional.
Listyo Sigit mengatakan Indonesia memiliki pekerjaan besar untuk mengembalikan kemampuan produksi bawang putih seperti pada masa lalu. Menurutnya, program yang sedang berjalan harus mampu menghasilkan peningkatan produksi secara nyata, bukan sekadar memperluas lahan tanam.
Salah satu fokusnya adalah memastikan bibit unggul yang digunakan mampu menghasilkan produktivitas sesuai target.
“Ini tantangan bagaimana kita membangkitkan kembali keberhasilan panen raya bawang putih seperti pada masa kejayaan puluhan tahun lalu,” ujar Listyo Sigit.
Program tersebut dilaksanakan secara serentak melalui jajaran Polri di 14 Polda. NTB menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar dengan pengembangan lahan sekitar 120 hektare dan potensi hasil mencapai 1.200 ton.
Di Sembalun, panen yang melibatkan sembilan kelompok tani menghasilkan sekitar 105 ton bawang putih. Dari keseluruhan kawasan yang dikembangkan, potensi produksinya diperkirakan dapat mencapai 150 ton.
Kakorbinmas Polri Irjen Pol Mardiono mengatakan Polri berperan dalam mempertemukan dan memperkuat koordinasi antara kelompok tani dengan pemerintah daerah maupun instansi pertanian.
Pendampingan tidak hanya dilakukan ketika proses penanaman berlangsung. Satgas juga mengawal petani selama masa budidaya hingga memasuki tahap panen.
Menurut Mardiono, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Satgas akan terus melakukan pendampingan dan pengawalan sampai panen dengan harapan produksi dalam negeri semakin meningkat,” katanya.
Pengembangan kawasan bawang putih di Sembalun sendiri telah berjalan sejak 2025. Kapolda NTB Irjen Pol R. Umar Kalingga menyebut penanaman perdana dilakukan bersama kelompok tani dengan luas sekitar 15 hektare.
Potensi lahan di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 604 hektare. Seiring berjalannya program, penanaman terus diperluas dan saat ini pengembangan lahan disebut telah mencapai sekitar 900 hektare.
Dengan asumsi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, kawasan tersebut memiliki potensi produksi yang cukup besar.
Pemerintah juga memberikan berbagai dukungan kepada petani, mulai dari sarana produksi hingga fasilitas pascapanen. Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil budidaya, mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman, serta memperkuat sistem penyimpanan hasil panen melalui pembangunan gudang.
Untuk mempercepat pengembangan tersebut, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sebesar Rp55,65 miliar bagi penguatan produksi bawang putih di Sembalun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ketersediaan benih menjadi salah satu faktor yang harus segera diperkuat. Pemerintah akan memaksimalkan pemenuhan kebutuhan benih dari dalam negeri. Namun, impor dapat dilakukan apabila pasokan nasional belum mencukupi.
“Benih kami upayakan untuk mendukung produksi. Kalau ketersediaan dalam negeri kurang, kami upayakan impor,” ujar Amran saat berada di Sembalun, Rabu (19/8/2026).
Upaya peningkatan produksi tersebut dilakukan karena kebutuhan bawang putih nasional masih jauh lebih tinggi dibandingkan produksi domestik. Produksi dalam negeri saat ini hanya berkisar 39 ribu hingga 40 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton.
Kondisi tersebut membuat Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sekitar 90 hingga 95 persen kebutuhan bawang putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Sembalun mempunyai keunggulan geografis yang mendukung budidaya bawang putih. Suhu sejuk khas dataran tinggi dan paparan sinar matahari yang memadai menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman.
“Sembalun memang cocok untuk bawang putih karena tanaman ini membutuhkan suhu dingin dan sinar matahari yang cukup,” ujar Zulhas.
Selain faktor alam, pengalaman petani setempat juga menjadi keunggulan tersendiri. Budidaya bawang putih telah dilakukan masyarakat Sembalun secara turun-temurun sehingga pengembangan teknologi, benih unggul, dan dukungan sarana produksi diharapkan dapat meningkatkan hasil panen.
Program nasional tersebut tidak hanya berpusat di NTB. Penanaman serentak mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi.
Rangkaian kegiatan di Sembalun juga diisi dengan panen bawang putih serta peresmian gudang ketahanan pangan Polri. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan hasil produksi sekaligus memperkuat rantai pasok komoditas dari tingkat petani.
Dengan potensi lahan, kondisi alam, serta dukungan lintas lembaga, Sembalun kini diposisikan sebagai salah satu kawasan strategis dalam agenda mengembalikan kemandirian bawang putih Indonesia.
Pemerintah berharap peningkatan produksi tidak hanya mampu menekan impor, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih kuat bagi petani dan menjadikan bawang putih lokal sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
