Dorong Ahli Waris Bangun Usaha Mandiri, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Bank NTB Syariah Gelar Program PEKA di NTB
Klik86.com - MATARAM – BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui berbagai inisiatif yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan peserta dan keluarganya. Salah satunya diwujudkan lewat Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang menyasar para ahli waris peserta agar mampu membangun usaha produktif dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Program yang berlangsung di Mataram, Kamis (9/7/2026), tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah. Sebanyak 52 penerima manfaat dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat mengikuti kegiatan yang berisi pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menegaskan bahwa perlindungan sosial semestinya tidak berhenti pada pemberian santunan kepada peserta maupun ahli waris. Menurutnya, dana manfaat yang diterima perlu dikelola secara produktif sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan menopang perekonomian keluarga dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, Program PEKA disusun untuk membekali penerima manfaat dengan kemampuan berwirausaha melalui peningkatan keterampilan, pendampingan dalam mengembangkan usaha, hingga strategi memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, keluarga peserta diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali mandiri secara ekonomi.
Saiful juga mengapresiasi dukungan Bank NTB Syariah yang turut mengambil bagian dalam memperkuat pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara lembaga jaminan sosial dan sektor perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat jaminan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp430,93 miliar melalui 50.006 klaim. Sementara hingga akhir Juni 2026, realisasi pembayaran manfaat tercatat mencapai Rp259,05 miliar kepada 29.554 penerima klaim.
Ia menilai besarnya manfaat yang telah dibayarkan harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan sehingga dana yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Program PEKA sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor usaha mikro di daerah. Selain memberikan edukasi keuangan, Bank NTB Syariah juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Menurutnya, pihak bank telah menyalurkan bantuan melalui Program Tunas dengan nilai sekitar Rp10 juta kepada pelaku usaha binaan. Ke depan, Bank NTB Syariah juga berencana menghadirkan skema pembiayaan yang lebih sederhana dan mudah dijangkau oleh pelaku usaha berskala mikro.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, yang memberikan apresiasi atas upaya BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Muhammad Yohan Firmansyah, mengungkapkan bahwa jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Lombok Timur saat ini telah mencapai sekitar 180 ribu orang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pekerja akan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap para ahli waris peserta mampu mengubah manfaat yang diterima menjadi modal untuk membangun usaha yang berkembang. Dengan demikian, program jaminan sosial tidak hanya memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja.(red)
