BREAKING NEWS

Lonjakan Pembelian dan Penyalahgunaan Picu Kelangkaan LPG 3 Kg di Lombok Timur


Klik86.com - 
Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pertamina, agen, dan pangkalan LPG menggelar rapat koordinasi pada Senin (13/4/2026) untuk merespons keluhan warga terkait sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram yang terjadi belakangan ini. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyoroti ketidakseimbangan antara distribusi dan konsumsi di lapangan.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menjelaskan bahwa kelangkaan yang dirasakan masyarakat bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan meningkatnya pembelian secara berlebihan. Ia menilai kepanikan warga akibat informasi yang tidak jelas membuat permintaan melonjak dalam waktu singkat.

Selain itu, tim satgas yang melakukan pengawasan menemukan adanya penggunaan LPG bersubsidi oleh pihak yang tidak sesuai peruntukan. Beberapa pelaku usaha, termasuk sektor peternakan, diketahui turut memakai gas 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi daerah juga berdampak pada meningkatnya konsumsi LPG di masyarakat. Untuk mengatasi kondisi ini, ia meminta Pertamina menambah pasokan guna menstabilkan distribusi. Langkah tersebut akan dibarengi dengan pengawasan ketat agar penyaluran tepat sasaran.

Sebagai upaya jangka panjang, pemerintah daerah berencana mengajukan sistem distribusi berbasis data kesejahteraan kepada pemerintah pusat. Skema ini diharapkan dapat memastikan LPG subsidi hanya digunakan oleh masyarakat yang berhak.

Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyampaikan bahwa usulan penambahan distribusi akan diteruskan ke pusat. Ia mengungkapkan bahwa selama 1 hingga 14 April, penyaluran LPG di Lombok Timur telah mencapai lebih dari 40 ribu tabung per hari, termasuk tambahan di luar alokasi normal.

Di sisi lain, agen LPG menyebut lonjakan pembelian masyarakat menjadi tantangan utama di lapangan. Warga tidak hanya membeli isi ulang, tetapi juga tabung sekaligus dalam jumlah banyak. Meski penyaluran tambahan telah dilakukan, agen tetap diminta menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah daerah bersama satgas juga telah melakukan inspeksi mendadak dan operasi pasar untuk menjaga stabilitas. Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menegaskan bahwa secara keseluruhan pasokan masih dalam kondisi aman dan bahkan melebihi alokasi biasa. Ia berharap masyarakat tidak terpengaruh isu yang menyesatkan dan dapat membeli sesuai kebutuhan agar distribusi kembali normal.(win)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image