BREAKING NEWS

Menu MBG di Sandubaya 2 Diperdebatkan, Pengelola Dapur Beri Klarifikasi; Wakil Bupati Lotim Bantah Keterlibatan


Klik86.com
Lombok Timur — Perbincangan mengenai menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur mencuat setelah foto salah satu paket makanan beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang menilai porsi makanan terlihat kecil.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya 2, M. Taufiqurrahman, menanggapi polemik tersebut dengan menjelaskan bahwa makanan yang disediakan untuk siswa telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan dalam program MBG.

Ia menegaskan bahwa pihak pengelola dapur tetap menerima berbagai masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan.

“Kami menghargai setiap kritik maupun saran yang diberikan masyarakat. Hal itu menjadi bahan evaluasi agar program ini bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Untuk menjaga keterbukaan informasi, Taufiqurrahman juga mengajak masyarakat memantau perkembangan menu MBG melalui akun Facebook Dapur Namira, yang secara rutin mengunggah menu makanan yang disajikan setiap hari kepada para siswa.

Ia menjelaskan bahwa menu yang sempat viral tersebut merupakan paket makanan dengan nilai sekitar Rp8.000 per porsi bagi siswa. Isi menu terdiri dari kentang, tempe, serta ayam yang dimasak dengan teknik ungkep. Untuk porsi dewasa, menu tersebut dilengkapi dengan tambahan telur.

Taufiqurrahman juga memaparkan perkiraan biaya bahan makanan dalam satu porsi. Harga kentang di pasaran sekitar Rp17.000 per kilogram dengan isi rata-rata lima hingga enam buah. Jika satu porsi menggunakan satu kentang, maka biaya yang dikeluarkan sekitar Rp3.000.

Sementara itu, tempe diperkirakan bernilai sekitar Rp1.000 per potong, sedangkan ayam sekitar Rp4.000 per porsi, dengan harga ayam di pasaran sekitar Rp42.000 per kilogram.

Di sisi lain, Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM, turut memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut dapur yang menjadi sorotan tersebut miliknya.

Edwin menegaskan bahwa dapur yang dikelola oleh SPPG Sandubaya 2 tidak memiliki kaitan dengan dirinya. Ia menjelaskan bahwa memang memiliki dua dapur, namun keduanya merupakan dapur pribadi dan tidak berkaitan dengan program MBG.

Dua dapur yang dimaksud berada di Pendopo 2 serta di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancor, yang merupakan bagian dari kediaman pribadinya.

Dengan demikian, Edwin memastikan bahwa dapur yang ramai dibicarakan dalam pemberitaan dan media sosial tersebut bukanlah dapur miliknya.(win)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image