Wabup Lombok Timur: Pangan Lokal Kunci Bangun Generasi Sehat dan Bebas Stunting
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong penguatan gizi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai fondasi kesehatan jangka panjang. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat membuka kegiatan talkshow gizi yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026 dan menjadi forum diskusi strategis yang melibatkan lintas wilayah dan lintas profesi. Talkshow ini diinisiasi melalui kolaborasi Pemerintah Daerah Lombok Timur, Pemerintah Daerah Lombok Utara, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), serta Wahana Visi Indonesia.
Ratusan peserta hadir dari berbagai latar belakang, di antaranya kader kesehatan, tenaga kesehatan, ibu hamil, dan ibu menyusui, yang menjadi kelompok prioritas dalam upaya perbaikan status gizi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan organisasi non-pemerintah dan komunitas profesional untuk menangani persoalan gizi dan stunting secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi salah satu instrumen penting dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada peran tenaga ahli gizi dalam memastikan kualitas menu dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Perhatian utama harus diberikan kepada kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyajian gizi tidak hanya soal cukup, tetapi juga tepat,” tegasnya.
Saat ini, Kabupaten Lombok Timur memiliki 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 171 SPPG telah aktif menjalankan layanan sebagai bagian dari dukungan terhadap program MBG.
Berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting di Lombok Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 22,39 persen. Sementara pada Januari 2026, tercatat penambahan kasus baru sebesar 0,8 persen atau sebanyak 545 kasus.
Sementara itu, Manager Wahana Visi Indonesia, Sidik Lando, menyampaikan bahwa penguatan gizi anak membutuhkan komitmen kolektif dan pendekatan berbasis potensi daerah. Ia menilai Lombok memiliki sumber daya alam yang kaya dan dapat diolah menjadi pangan lokal bergizi yang terjangkau oleh masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta ketahanan pangan daerah. Ia turut mengapresiasi peran aktif kader dan tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis terdepan dalam upaya pencegahan stunting.
Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah, di antaranya dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen, Ketua Persagi Provinsi NTB, perwakilan Dinas Kesehatan Lombok Timur dan Lombok Utara, tenaga spesialis kesehatan, serta perwakilan dari Wahana Visi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap terbangun kesadaran bersama dan langkah nyata lintas sektor dalam mewujudkan generasi Lombok Timur yang sehat, produktif, dan bebas dari stunting dengan memaksimalkan potensi pangan lokal.(red)
