Wagub NTB Ajak Masyarakat Lombok Timur Perkuat Peran Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting
Klik86.com - Lombok Timur — Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Lombok Timur kembali mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTB. Dalam kegiatan Bakti Stunting yang digelar di wilayah kerja Puskesmas Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kamis (11/12/2025), Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh dan kondisi emosional anak di dalam keluarga.
Wagub menjelaskan bahwa Lombok Timur, sebagai salah satu daerah dengan populasi terbesar di provinsi ini, menghadapi tantangan yang kompleks terkait stunting. Ia mengajak seluruh pihak menerima kondisi tersebut apa adanya sebagai dasar untuk bekerja lebih serius, bukan sebagai bahan saling menyalahkan. Menurutnya, selain makanan bergizi, anak membutuhkan perhatian, rasa aman, dan kasih sayang dari orang tua untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Dalam penekanan lebih lanjut, Wagub menyebut bahwa kedewasaan emosional ibu serta dukungan ayah berperan besar dalam membentuk lingkungan sehat bagi anak. Ia meminta agar desa-desa terus memperhatikan pelaksanaan program penanganan stunting, terutama di wilayah yang masih dikategorikan rawan. Wagub juga menyoroti pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, termasuk praktik sederhana seperti mencuci tangan yang benar.
Ia menyampaikan rencananya untuk kembali berkunjung ke Lombok Timur dalam waktu dekat guna memantau langsung perkembangan intervensi yang telah dilakukan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Lombok Timur, Zaidarrohman, mewakili Bupati, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi stunting melalui berbagai program. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Lombok Timur masih mencatat prevalensi tinggi, meski data EPPGM menunjukkan angka lebih rendah. Ia menilai bahwa hasil tersebut bukan berarti daerah tidak bekerja, melainkan bahwa tantangannya masih besar dan membutuhkan langkah yang lebih intensif.
Ia berharap kehadiran Wagub dapat memperkuat koordinasi dan mendorong program penurunan stunting berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Kegiatan Bakti Stunting diakhiri dengan penyerahan alat antropometri dan berbagai bantuan untuk keluarga berisiko dan anak-anak yang terdampak stunting. Forum ini juga melibatkan OPD dari tingkat provinsi dan kabupaten, camat, kepala desa, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar.(red)
