Wakil Bupati Ajak Pesantren Manfaatkan Dunia Digital untuk Perluas Dakwah
Klik86.com - Lombok Timur — Pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas dakwah menjadi sorotan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat menghadiri kegiatan Pengajian Bulanan di Pondok Pesantren Darul Barokah Wal Karomah NW, Montong Mas, Desa Lepak Timur, Rabu (5/11/2025). Dalam sambutannya, Edwin menegaskan bahwa dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan pertemuan langsung, namun perlu merambah ruang digital agar pesan keagamaan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat.
Ia menilai banyak kalangan, terutama generasi muda, lebih aktif mengonsumsi informasi melalui platform media sosial. Oleh sebab itu, ia mendorong para pendakwah, santri, dan lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar syiar Islam lebih mudah diakses.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pesantren yang telah berperan dalam pembangunan sumber daya manusia sejak berdiri tahun 2001. Menurutnya, pesantren tidak hanya mencetak lulusan berpendidikan, tetapi juga berakhlak dan siap berkontribusi bagi daerah.
Selain agenda pengajian, warga yang hadir turut menyampaikan persoalan kerusakan jalan di Kecamatan Sakra Timur. Menjawab aspirasi tersebut, Edwin mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran. Untuk memperbaiki seluruh jalan yang rusak dibutuhkan dana sekitar Rp3,6 triliun, sementara APBD Lombok Timur berada di kisaran Rp3,4 triliun.
Sebagai langkah awal, pemerintah merencanakan alokasi dana sekitar Rp250 miliar untuk pekerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai rekomendasi teknis dari Dinas PUPR. Dengan anggaran tersebut, lebih dari 80 kilometer jalan ditargetkan dapat diperbaiki setelah pembahasan bersama DPRD.
Edwin juga memperkenalkan arah pembangunan daerah melalui konsep Lotim SMART yang menitikberatkan peningkatan kualitas layanan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.
Kegiatan ini diakhiri dengan tausiyah dan dialog antara pemerintah dan pengurus pesantren mengenai rencana pengembangan program pendidikan keagamaan ke depan agar tetap relevan dan memberi manfaat bagi masyarakat.(aws)
