Sembalun Langkah Baru: Panen Benih Kentang Industri, Lombok Timur Masuki Peta Nasional Perbenihan
Klik86.com - Lombok Timur — Langkah strategis untuk mendukung kemandirian pangan nasional mulai tampak dari dataran tinggi Sembalun. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama PT Pupuk Kaltim melaksanakan panen benih kentang industri varietas Chitra (G0) di kawasan Gapoktan Makmur 441 pada Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan perbenihan melalui program Agrosolution yang digagas PT Pupuk Kaltim.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, turut hadir dan menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pertanian masih berperan besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat, dengan kontribusi signifikan pada PDRB Lombok Timur.
“Pengembangan benih kentang industri ini membuka peluang baru bagi petani kita. Dengan adanya pendampingan dan penerapan teknologi, nilai ekonominya semakin tinggi,” ujarnya. Wabup juga meminta dukungan pemerintah pusat, khususnya bantuan alat dan mesin pertanian, untuk semakin meningkatkan produktivitas petani di lapangan.
Dari Kementerian Pertanian RI, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sanusi, mengungkapkan bahwa produksi kentang nasional terus menunjukkan peningkatan. Data tahun 2024 menunjukkan produksi mencapai 1,2 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 1,22 juta ton pada 2025. Namun untuk kebutuhan industri pengolahan seperti kentang beku dan keripik, Indonesia masih kekurangan pasokan.
“Kebutuhan industri mencapai 140 hingga 150 ribu ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar sepertiganya. Pengembangan benih di Sembalun adalah langkah konkret untuk menutup kekurangan itu,” jelasnya.
Melalui proyek ini, Sembalun mulai diposisikan sebagai pusat penghasil benih kentang industri nasional. Pembina Gapoktan Sembalun Sejahtera 441, Pending Dadih Permana, mengatakan bahwa varietas Chitra dipilih karena memiliki potensi hasil tinggi dan dibutuhkan banyak petani dari daerah lain.
Program Agrosolution yang dijalankan PT Pupuk Kaltim tidak hanya berfokus pada penyediaan benih, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan, akses pembiayaan, hingga penerapan teknologi tepat guna. Program ini sejalan dengan agenda nasional untuk menguatkan hilirisasi dan mengurangi ketergantungan impor komoditas pangan tertentu.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri penyuluh pertanian, perangkat daerah, serta kelompok tani tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan kepada kelompok tani, pemberian apresiasi kepada petani berprestasi, serta penyerahan pelakat kepada Wakil Bupati Lombok Timur.
Dengan panen ini, Lombok Timur menegaskan perannya sebagai daerah yang berkontribusi langsung terhadap kemandirian benih kentang industri nasional—membuka peluang peningkatan pendapatan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia di masa depan.(red)
