BREAKING NEWS

Proyek Laptop SD di Lombok Timur Bermasalah, Empat Orang Resmi Ditahan Kejaksaan


Klik86.com - Lombok Timur
— Kejaksaan Negeri Lombok Timur menahan empat orang yang diduga terlibat dalam penyimpangan proyek pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sekolah dasar di daerah tersebut. Keempatnya dibawa ke Rumah Tahanan Selong pada Jumat (11/07/2025) setelah diperiksa sebagai bagian dari penyidikan kasus korupsi yang tengah bergulir.

Para tersangka masing-masing berinisial AS, A, S, dan MJ. Dari informasi yang dihimpun, AS merupakan mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur. A ditetapkan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sedangkan dua tersangka lainnya berasal dari pihak penyedia barang, yaitu CV Cerdas Mandiri dan PT JP Press.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, mengatakan bahwa penahanan merupakan langkah strategis agar proses penyidikan berjalan tanpa hambatan. “Kami perlu memastikan para tersangka tidak mempengaruhi saksi ataupun menghilangkan bukti,” ungkapnya.

Kasus ini berawal dari pengadaan laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Proyek bernilai Rp32,4 miliar tersebut menghasilkan distribusi 4.320 laptop ke 282 sekolah penerima. Namun, penyidik menemukan indikasi adanya pengaturan pemenang proyek sebelum data pengadaan masuk ke sistem E-Katalog.

Dugaan sementara, AS bersama dua pihak swasta diduga merancang skema untuk mengarahkan proyek kepada perusahaan tertentu. Setelah itu, A selaku PPK menetapkan perusahaan tersebut sebagai pemenang. Prosedur pengadaan yang seharusnya berjalan terbuka dan kompetitif diduga dilanggar.

Audit dari akuntan publik kemudian menemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp9,27 miliar. Temuan ini memperkuat posisi penyidik dalam menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.

Untuk pertanggungjawaban hukum, para tersangka dikenai pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta pasal penyertaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penyidik kini masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan laptop tersebut. Proses pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image