Kemenpora Latih 100 Pemuda Lombok Timur Jadi Pengusaha, Targetkan Tekan Kemiskinan Ekstrem
0 menit baca
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar pelatihan kewirausahaan untuk 100 pemuda Lombok Timur sebagai langkah mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan berlangsung pada Selasa (4/11/2025) di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur dan difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga setempat.
Pelatihan ini memberikan materi seputar perencanaan usaha, pemanfaatan potensi lokal, serta cara mengakses permodalan. Para peserta terdiri dari pemuda berusia 16–30 tahun yang berasal dari keluarga dengan kategori miskin ekstrem.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang turut hadir membuka acara, menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan produktif menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan.
“Kami menargetkan terbentuknya ribuan wirausaha baru di Lombok Timur. Dengan kemampuan berusaha, pemuda tidak hanya meningkatkan ekonomi dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan sekitar,” ungkap Edwin dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa berpotensi diterapkan pada program-program daerah lainnya, untuk memastikan lebih banyak pemuda mendapatkan akses pembelajaran dan pendampingan usaha.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Yohan, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu strategi nasional dalam percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem.
“Kami ingin memberikan bekal agar pemuda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pembuka lapangan kerja dan menghasilkan inovasi dari potensi daerahnya,” ujar Yohan.
Untuk memperkuat keterampilan peserta, pelatihan menghadirkan pembicara dari sektor perbankan dan praktisi usaha yang membagikan pengalaman nyata dalam memulai dan mengembangkan bisnis.
Pemerintah berharap hasil pelatihan ini dapat mendorong pemuda untuk menciptakan usaha mandiri berbasis sumber daya lokal, seperti pertanian, kuliner, hingga usaha digital.
Di Lombok Timur sendiri, jumlah keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem tercatat lebih dari 15.000 kepala keluarga. Secara nasional, pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga 0,5 persen pada tahun 2026.(red)
