Audit Ketat! Bupati Lombok Timur Evaluasi Keuangan BUMD
klik86.com - Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, mengambil langkah tegas dalam memastikan transparansi penggunaan dana penyertaan modal yang dialokasikan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebelum pencairan anggaran tahun 2025, pihaknya akan melakukan audit mendalam terhadap seluruh perusahaan daerah penerima dana.
Sebagai bagian dari langkah ini, Haerul Warisin telah memanggil satu per satu pimpinan BUMD guna mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran sebelumnya. Ia menegaskan bahwa tanpa laporan keuangan yang akurat dan transparan, dana penyertaan modal tidak akan disalurkan.
"Hari ini saya telah memanggil Direktur PT. Selaparang Financial untuk mengetahui laporan neraca transaksi dan keuangan mereka. Jika tidak ada kejelasan, maka dana penyertaan modal tidak akan saya cairkan," tegasnya usai rapat dengan sejumlah kepala desa dan pimpinan OPD, Senin (10/3).
Bupati juga mengindikasikan adanya dugaan penyalahgunaan dana di beberapa BUMD yang sedang dalam pantauan. Dengan data awal yang telah ia kantongi, ia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas.
"Saya sudah memberikan peringatan, jika ada dana yang belum dikembalikan atau penggunaannya tidak sesuai ketentuan, maka saya akan menyerahkannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diproses lebih lanjut," ujarnya dengan tegas.
Menurut Haerul Warisin, anggaran penyertaan modal untuk BUMD tahun 2025 berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 5 miliar. Namun, pencairan dana tersebut akan ditangguhkan sampai seluruh perusahaan daerah menyelesaikan laporan keuangan dan administrasi dengan baik.
Audit dan pengawasan ini tidak hanya menyasar PT. Selaparang Financial, tetapi juga melibatkan PD. Agro Selaparang, PT. Selaparang Energi, PDAM, PD. BPR, serta BUMD lainnya yang menerima dana penyertaan modal.
"Jika nantinya ditemukan adanya penyalahgunaan, maka saya pastikan kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya
(dan)
