Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lotim Tuntut Keadilan Nelayan Desa Sekaroh Yang Terancam Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Aktivitas Ilegal PT Autore
klik86.com - Warga Desa Sekaroh, yang berada di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, kini sedang menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian karena aktivitas budidaya mutiara yang dilakukan oleh PT Autore di perairan mereka. Kegiatan ini berlangsung tanpa izin yang sah dan berdampak buruk pada kehidupan nelayan lokal, merusak lingkungan laut, dan mengancam kelestarian ekosistem sekitar.
Salah seorang nelayan, Sahlan, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap perubahan yang terjadi. Laut yang sebelumnya menjadi sumber utama penghidupan bagi nelayan kini berubah drastis. Jaring yang mereka gunakan sering kali tersangkut pada beton-beton yang ditanam oleh PT Autore di dasar laut. Sebelumnya, hasil tangkapan nelayan melimpah, namun kini mereka kesulitan dan pendapatan mereka menurun tajam.
Masyarakat setempat telah menyampaikan berbagai protes terhadap PT Autore, namun perusahaan tersebut tetap melanjutkan aktivitas budidaya mutiara tanpa menghiraukan keluhan warga. Meskipun laporan telah disampaikan kepada pihak berwenang, hingga kini belum ada langkah konkret yang diambil. Keberadaan beton yang tersebar di dasar laut semakin mempersulit nelayan dalam menjalankan aktivitas mereka.
Walaupun PT Autore telah menerima beberapa surat peringatan dari pihak pemerintah, mereka tetap menjalankan operasional tanpa mematuhi aturan yang ada. Salah satunya, pada 19 Oktober 2021, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB memberikan surat peringatan terkait pelanggaran izin, namun PT Autore tidak menghentikan kegiatannya.
Sarwin, SH, Ketua DPC SPN Lombok Timur, menegaskan bahwa PT Autore telah melanggar ketentuan izin yang diberikan, karena mereka hanya diizinkan beroperasi di blok-blok tertentu, namun aktivitas mereka meluas hingga wilayah yang tidak diizinkan. Dalam hampir sepuluh tahun beroperasi, perusahaan ini berhasil meraih keuntungan besar, sementara masyarakat setempat yang bergantung pada laut justru dirugikan.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Autore tidak hanya berdampak pada nelayan, tetapi juga mengancam keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata. Teluk Temeak, yang terkenal dengan terumbu karang dan pantai berpasir merah muda, kini mengalami kerusakan serius. Jika kegiatan ini terus berlanjut, sektor pariwisata di Lombok bisa terancam.
Warga setempat yang merasa tidak mendapatkan perhatian dari pihak berwenang berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan yang lebih tegas. Meskipun laporan telah disampaikan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, belum memberikan tanggapan yang jelas. Kepolisian, melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman, menjanjikan akan memproses laporan tersebut, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.
Sarwin juga menyoroti ketidakadilan sosial yang muncul karena PT Autore lebih memilih merekrut pekerja dari luar daerah, padahal masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh kegiatan perusahaan seharusnya diberikan kesempatan untuk bekerja. Nelayan dan warga yang sebelumnya bergantung pada laut kini harus berjuang lebih keras, namun tidak diberikan akses untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang beroperasi di sekitar mereka.
Sarwin juga mengkritik PT Autore yang tidak mematuhi standar keselamatan kerja dan perlindungan bagi para pekerjanya. Ia mendesak agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa hak-hak pekerja dan masyarakat dilindungi dengan baik.
Kurangnya tindakan dari pihak berwenang semakin memperburuk ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat Desa Sekaroh, yang semakin terpinggirkan oleh aktivitas yang terus berjalan meskipun melanggar hukum.
(red)
