Wabup Edwin Minta Desa Landang Nangka Utara Tak Hanya Bergantung pada Dana Pemerintah
Klik86.com - LOMBOK TIMUR — Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengajak pemerintah desa memperkuat kemandirian melalui pengelolaan potensi lokal, sembari memastikan data masyarakat yang menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah benar-benar akurat.
Pesan tersebut disampaikan Edwin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Ijtihad, Dusun Benteng Utara, Desa Landang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Rabu (2/9/2026).
Di hadapan masyarakat, Edwin menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan pembenahan terhadap data kesejahteraan warga. Salah satu istilah yang banyak muncul dalam pembahasan tersebut adalah desil, yakni pengelompokan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
Menurutnya, data tersebut tidak muncul begitu saja. Pendataannya dilakukan melalui mekanisme nasional yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), sementara informasi masyarakat dihimpun melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Karena proses pemutakhiran berlangsung hingga tingkat desa, Edwin meminta pemerintah desa lebih serius memeriksa data yang masuk. Kondisi warga di lapangan harus menjadi acuan agar tidak terjadi perbedaan antara data administratif dengan keadaan sebenarnya.
Hal itu dinilai penting karena data tersebut berkaitan erat dengan berbagai kebijakan perlindungan sosial. Pemkab Lombok Timur sendiri tengah memperkuat program Perlinsos untuk memperbarui basis data masyarakat sehingga distribusi bantuan pemerintah dapat dilakukan secara lebih tepat.
“Jangan sampai masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terlewat akibat data yang tidak sesuai,” menjadi perhatian dalam penyampaian mengenai pentingnya pembaruan data.
Edwin juga memaparkan dukungan pemerintah terhadap sektor kesehatan. Pemkab Lombok Timur terus berupaya menjaga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang pembiayaannya didukung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dukungan pemerintah juga diarahkan pada bidang pendidikan. Melalui program Sekolah Rakyat, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbawah mendapatkan peluang untuk memperoleh pendidikan mulai jenjang SD hingga SLTA.
Program tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang berada dalam kelompok desil 1 sampai 4. Pemerintah berharap skema tersebut dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam mengakses pendidikan.
Di sisi lain, Edwin memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan desa menghasilkan pendapatan sendiri. Ia mengingatkan agar pemerintah desa mulai melihat potensi yang dimiliki sebagai sumber ekonomi yang dapat dikembangkan untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kondisi efisiensi anggaran, lanjutnya, harus disikapi dengan kreativitas. Desa perlu mencari cara baru dalam mengelola sumber daya yang tersedia sehingga pembangunan dan pelayanan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pemerintah.
Landang Nangka Utara disebut memiliki sejumlah peluang yang dapat dikembangkan. Ditambah dengan adanya program Desa Berdaya yang masuk ke wilayah tersebut, pemerintah desa dinilai memiliki modal untuk mengembangkan kegiatan produktif yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Edwin berharap berbagai potensi tersebut dikelola secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya menjadi kegiatan sesaat. Dengan demikian, desa dapat memiliki sumber pendapatan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Sementara itu, peringatan Maulid Nabi diisi tausiyah oleh TGH. Ismail Thohir. Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat hubungan spiritual dan meneladani kehidupan Rasulullah.
Dalam ceramahnya, TGH. Ismail mengulas sejumlah keistimewaan yang melekat pada Rasulullah SAW, termasuk berkaitan dengan kelahiran, tempat kelahiran, serta sejumlah wilayah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dakwah beliau.
Ia menekankan bahwa Maulid tidak sebatas tradisi yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, peringatan tersebut semestinya mendorong umat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah melalui pengamalan ajaran dan memperbanyak shalawat.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diungkapkan dalam kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari masyarakat.(red)
