BREAKING NEWS

Dari Porang hingga Tenun, Pemkab Lombok Timur Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada pasar lokal. Beragam komoditas dan produk yang dihasilkan masyarakat dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai tambah dan dipasarkan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan Lombok Timur memiliki modal ekonomi yang sangat besar karena didukung sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Besarnya potensi tersebut turut membuat jumlah UMKM di daerah ini menjadi yang terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hal itu disampaikan Haerul saat membuka Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB 2026 yang digelar di Rupatama 2 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (16/9/2026).

Menurut dia, kekuatan UMKM tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan. Pelaku usaha perlu mulai mengubah pola pikir dengan memperhatikan standar mutu, pengolahan, kemasan, hingga strategi pemasaran.

“Produk yang banyak belum tentu memberikan dampak ekonomi besar. Yang harus diperkuat adalah kualitas dan nilai tambah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Haerul.

Untuk menopang perkembangan usaha masyarakat, Pemkab Lombok Timur pada 2025 telah menyalurkan dukungan permodalan senilai Rp20 miliar. Namun, bantuan finansial tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis.

Bupati menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi UMKM. Pengusaha harus mampu menghitung biaya produksi, mengelola modal, mencatat transaksi, membaca perkembangan pasar, serta mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan.

Ia mencontohkan potensi pengembangan komoditas porang yang kini mulai mendapatkan perhatian serius. Lombok Timur memiliki fasilitas pengolahan porang dengan kapasitas besar yang dapat mengubah bahan baku segar menjadi tepung porang dan produk olahan lainnya.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai membuka peluang terbentuknya rantai ekonomi mulai dari petani, pengumpul, pengolah hingga eksportir. Pemerintah daerah berharap pasokan bahan baku dapat terus ditingkatkan sehingga industri pengolahan memiliki dukungan produksi yang berkelanjutan.

Tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah ekspor tepung porang dari Lombok Timur ke Tiongkok. Proses administrasi dan persyaratan karantina sedang dikoordinasikan dengan pemerintah pusat agar pengiriman perdana dapat segera dilakukan.

Haerul berharap peluang tersebut menjadi contoh bahwa komoditas daerah dapat memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi setelah mendapatkan sentuhan teknologi, pengolahan, dan tata kelola usaha yang baik.

Di sisi lain, Kepala Bappeda Provinsi NTB Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan Lombok Timur memperoleh porsi fasilitasi cukup besar dalam program Desa Berdaya tahun 2026.

Sebanyak tujuh Desa Berdaya Transformatif dan 64 Desa Berdaya Tematik di Lombok Timur akan mendapat dukungan dana yang disalurkan langsung kepada masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi produktif di desa.

Agar bantuan tidak habis untuk kebutuhan sesaat, pemerintah juga menempatkan 144 pendamping yang bertugas membantu penerima manfaat. Pendampingan mencakup pengelolaan keuangan, tata kelola kegiatan, serta pengembangan usaha masyarakat.

Iskandar mengatakan program pembangunan di tingkat provinsi saat ini diarahkan agar memiliki kontribusi nyata terhadap penurunan kemiskinan. Pemerintah menargetkan kemiskinan absolut di NTB yang berada pada level 11,17 persen atau sekitar 624 ribu jiwa dapat ditekan hingga di bawah 10 persen.

Ia juga menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi NTB yang masih sangat dipengaruhi sektor pertambangan. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan transformasi ekonomi dengan memperbesar peran sektor yang dinilai memiliki keterlibatan masyarakat lebih luas, terutama kelautan, pariwisata, dan UMKM.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Ignatius Adhi Nugroho menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan UMKM dan desa membutuhkan dukungan yang tidak hanya berupa pembiayaan. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan juga harus diperkuat agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara sehat dan berkelanjutan.

Forum KSSK NTB 2026 yang mengusung tema “Sinergi dalam Mendukung Program Desa Berdaya” tersebut turut melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, DJPb, DJP, LPS, serta para pelaku UMKM.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat Forum KSSK NTB 2026 secara simbolis kepada sejumlah pihak, termasuk Sekda Lombok Timur, Bappeda Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Lombok Timur, serta perwakilan UMKM dari Desa Berdaya Lendang Nangka dan UMKM Tenun Nyelangkok, Desa Berdaya Kembang Kerang.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha masyarakat Lombok Timur, sehingga potensi lokal tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi berkembang menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing hingga pasar ekspor.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image