BREAKING NEWS

Lolos Tahap Penilaian Nasional, Inovasi Keuangan Lombok Timur Tuai Perhatian Tim TPAKD Award 2026


Klik86.com - 
Lombok Timur – Berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memperluas akses layanan keuangan kembali menjadi perhatian di tingkat nasional. Tim Penilai Utama (TPU) TPAKD Award 2026 melakukan verifikasi lapangan untuk meninjau langsung implementasi sejumlah program yang selama ini dijalankan pemerintah daerah bersama sektor jasa keuangan.

Rangkaian penilaian tersebut berlangsung di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (6/8/2026), dan dihadiri Bupati H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik selaku Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), jajaran organisasi perangkat daerah, perwakilan perbankan, serta masyarakat yang menjadi penerima manfaat berbagai program inklusi keuangan.

Dalam pemaparannya, Bupati Haerul Warisin menjelaskan bahwa upaya memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap pinjaman berbunga tinggi. Salah satu program yang terus dipertahankan adalah Lotim Berkembang, fasilitas pembiayaan tanpa bunga yang telah berjalan selama lima tahun.

Ia menilai program tersebut mampu memberikan dampak nyata, terutama bagi pelaku usaha kecil dan peternak yang membutuhkan tambahan modal usaha. Ke depan, pemerintah daerah akan memperluas cakupan program dengan melibatkan petani porang agar komoditas tersebut mampu berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Lombok Timur.

Menurut Bupati, pengembangan porang dilakukan secara terintegrasi karena daerah tersebut telah memiliki industri pengolahan yang membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, pemerintah berharap tercipta rantai ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus membuka kesempatan kerja.

"Seluruh kebijakan yang kami lakukan diarahkan agar masyarakat memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik. Peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan tetap menjadi target utama pemerintah daerah," ujarnya.

Ketua Tim Penilai Utama TPAKD Award 2026, Erdiriyo, mengatakan kunjungan lapangan merupakan bagian penting dalam proses evaluasi karena memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas program yang telah dijalankan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah TPAKD tidak hanya dinilai dari jumlah kegiatan atau inovasi yang dibuat, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan literasi keuangan dan kemudahan mengakses layanan keuangan formal.

Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Namun demikian, masih terdapat peluang pengembangan agar manfaat program semakin luas. Salah satunya dengan menciptakan skema ekonomi sirkular di sektor peternakan melalui pemanfaatan limbah ternak yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari perlindungan finansial bagi peternak.

Selain itu, ia juga mendorong adanya inovasi pada program tabungan pelajar agar tidak sekadar menjadi sarana menyimpan uang, tetapi juga dipersiapkan sebagai instrumen pembiayaan pendidikan di masa depan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan menjadi kunci dalam mewujudkan inovasi tersebut.

Anggota Tim Penilai Utama, Abetnego Tarigan yang berasal dari Tony Blair Institute for Global Change, turut memberikan perhatian terhadap kontribusi sektor perbankan dalam mendukung keberhasilan program-program TPAKD. Ia menilai inovasi yang dilakukan lembaga keuangan harus mampu memberikan manfaat yang seimbang, baik bagi masyarakat maupun bagi keberlanjutan industri perbankan itu sendiri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menegaskan seluruh masukan yang disampaikan tim penilai akan menjadi bahan penyempurnaan program ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat transformasi dari sekadar meningkatkan akses keuangan menuju terciptanya kesejahteraan finansial masyarakat secara menyeluruh.

Sejumlah capaian turut dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Program TPAKD Lombok Timur disebut telah berkontribusi terhadap peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menjaga pemerataan pendapatan. Hal itu ditunjukkan dengan capaian rasio gini sebesar 0,313, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berada pada angka 0,364.

Usai pemaparan, Tim Penilai Utama melanjutkan agenda dengan mengunjungi Pondok Pesantren Raudhatul Azhar. Lokasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), yang bersama Lotim Berkembang dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) menjadi inovasi unggulan TPAKD Lombok Timur dalam memperluas inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

Melalui proses penilaian lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap berbagai inovasi yang telah dijalankan dapat menjadi contoh praktik baik dalam mempercepat pemerataan akses keuangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image