Resmikan Bendungan Meninting, Presiden Prabowo Tekankan Air Harus Menjadi Kekuatan Utama Pertanian Indonesia
Klik86.com - Lombok Barat – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari peresmian serentak lima bendungan baru yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, Jumat (10/7/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur air yang lebih andal.
Peresmian berlangsung di kawasan Bendungan Meninting dan dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Forkopimda, para kepala daerah se-NTB, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan petani yang menjadi penerima manfaat dari proyek tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keberadaan bendungan harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, terutama petani. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya nilai proyek ataupun megahnya bangunan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah infrastruktur itu beroperasi.
Ia meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan jaringan irigasi memastikan air dari bendungan dapat mengalir hingga ke lahan pertanian. Dengan distribusi air yang baik, produktivitas pertanian diyakini akan meningkat sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat.
Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan nasional merupakan proses berkesinambungan yang melibatkan berbagai pemerintahan. Sebuah proyek strategis, menurutnya, bisa saja direncanakan pada satu masa kepemimpinan, dibangun pada periode berikutnya, dan baru selesai di pemerintahan selanjutnya. Oleh karena itu, seluruh proses pembangunan harus dipandang sebagai hasil kerja bersama untuk kepentingan bangsa.
Selain menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, Kepala Negara mengingatkan seluruh penyelenggara pemerintahan agar menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengelola anggaran negara secara bertanggung jawab. Ia menilai setiap dana yang berasal dari rakyat wajib dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan yang memberikan manfaat luas.
Prabowo juga berpesan kepada para kepala daerah agar menjalankan amanah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin harus hadir untuk memberikan solusi bagi rakyat, bukan menjadikan jabatan sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Bendungan Meninting merupakan salah satu dari lima bendungan yang diresmikan pemerintah pada hari yang sama. Empat bendungan lainnya berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Kabupaten Gianyar, Bali; Kabupaten Aceh Utara; dan Kabupaten Pidie, Aceh.
Ia menyebutkan, seluruh bendungan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan bendungan nasional selama periode 2015 hingga 2025 yang diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan, memperkuat ketahanan air, sekaligus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut memiliki daya tampung sekitar 371 juta meter kubik air. Keberadaannya didukung jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 280 kilometer yang mampu melayani sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produksi padi nasional hingga ratusan ribu ton setiap tahun, menyediakan pasokan air baku untuk masyarakat, mengurangi potensi banjir, serta membuka peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga air maupun pembangkit listrik tenaga surya terapung.
Untuk Bendungan Meninting sendiri, manfaat yang diberikan diperkirakan akan dirasakan langsung oleh masyarakat Lombok Barat. Bendungan ini mampu mengairi sekitar 1.600 hektare sawah sehingga petani memiliki kesempatan meningkatkan masa tanam dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun.
Selain menunjang sektor pertanian, bendungan tersebut juga akan menjadi sumber air baku bagi sekitar 100 ribu penduduk serta membantu mengurangi ancaman banjir di sejumlah wilayah Lombok Barat dan sebagian Kota Mataram. Kehadirannya juga diharapkan mampu mengakhiri persoalan perebutan air irigasi yang selama ini kerap terjadi saat musim kemarau.
Pemerintah optimistis pengoperasian Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya akan memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air di berbagai daerah. Dengan infrastruktur yang semakin memadai, sektor pertanian diharapkan menjadi lebih produktif, kesejahteraan petani meningkat, dan cita-cita mewujudkan swasembada pangan nasional dapat direalisasikan secara berkelanjutan.(red)
