BREAKING NEWS

SPPG Kalimantong Jelaskan Penyebab Distribusi MBG Terlambat, Tegaskan Ada Pengawasan Berlapis


Klik86.com - 
Sumbawa Barat - Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menjadi sorotan.

Kepala SPPG Kalimantong, Muhlas Zamroni, S.Tr.Kes, mengatakan keterlambatan tersebut terjadi karena adanya hambatan teknis dalam proses persiapan makanan. Ia menyebut, petugas menemukan bahan baku yang kondisinya tidak sesuai standar sehingga harus dilakukan penggantian sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.

Menurut Muhlas, keputusan mengganti bahan baku dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pihak SPPG dalam menjaga kualitas makanan. Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan menyalurkan makanan yang bahan bakunya tidak layak digunakan.

“Kami memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat atas keterlambatan ini. Saat proses persiapan, ada bahan yang tidak memenuhi standar, sehingga kami harus menggantinya demi menjaga keamanan dan kualitas makanan,” ujar Muhlas.

Ia menjelaskan, proses penggantian bahan baku tersebut membutuhkan waktu tambahan. Di sisi lain, kondisi cuaca hujan deras di wilayah Brang Ene juga menjadi kendala tersendiri bagi petugas saat melakukan mobilisasi dan pendistribusian di lapangan.

Akibat kondisi tersebut, jadwal distribusi yang telah direncanakan mengalami pergeseran hingga menjelang waktu Magrib. Muhlas mengakui kejadian itu menjadi perhatian serius bagi pihaknya dan akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak kembali terulang.

“Kami memahami keterlambatan ini berdampak kepada penerima manfaat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.

Muhlas juga menyampaikan bahwa sebelum distribusi dilakukan, pihak SPPG Kalimantong telah berkoordinasi dengan Bidan Desa terkait perubahan waktu penyaluran. Dari koordinasi tersebut, distribusi disepakati untuk dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 Wita.

Selain menjelaskan penyebab keterlambatan, SPPG Kalimantong juga membantah adanya anggapan bahwa kegiatan distribusi berjalan tanpa pengawasan. Muhlas menegaskan bahwa operasional SPPG tetap dikendalikan melalui sistem piket atau shifting yang melibatkan sejumlah petugas.

Ia menyebutkan, pengawasan dilakukan secara bergantian oleh petugas yang telah ditugaskan. Bahkan, sebagian petugas turut menginap di kantor SPPG untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai prosedur.

“Pengawasan tetap berjalan. Ada petugas yang bertugas secara bergantian, bahkan ada yang menginap di kantor untuk memantau proses persiapan. Jadi tidak benar jika disebut tanpa kendali,” tegasnya.

Ahli Gizi SPPG Kalimantong, Detta Bayu Kurnia, S.Gz, menambahkan bahwa pengawasan terhadap mutu makanan dilakukan secara berkelanjutan. Ia mengatakan, standar gizi dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses pelayanan.

“Kami memastikan makanan yang disiapkan tetap memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi. Pengawasan dilakukan sejak proses persiapan hingga makanan siap didistribusikan,” jelas Detta.

Sementara itu, Akuntan SPPG Kalimantong, Amylian Ihza Yusrina, A.md. Ak, menyatakan bahwa seluruh kegiatan di SPPG Kalimantong mengacu pada Standar Operasional Prosedur atau SOP yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan pengawasan administrasi dan tata kelola secara ketat.

Amylian menyebut, kendala yang terjadi di lapangan akan menjadi catatan penting untuk memperbaiki sistem kerja dan koordinasi ke depan.

“Kami tetap berpedoman pada SOP. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program bisa lebih baik, terutama dalam hal distribusi dan pengendalian kendala lapangan,” ujarnya.

Muhlas berharap masyarakat dapat menerima penjelasan tersebut secara proporsional. Ia juga menyampaikan bahwa SPPG Kalimantong terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak demi perbaikan pelayanan.

“Insyaallah ke depan kami akan terus memperbaiki sistem. Masukan dari masyarakat sangat kami harapkan agar program ini semakin baik,” imbuhnya.

SPPG Kalimantong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Brang Ene. Koordinasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan pihak terkait akan terus diperkuat agar distribusi kepada penerima manfaat dapat berjalan lebih tepat waktu dan sesuai standar.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image