Atasi Anjing Liar Tanpa Kekerasan, Lombok Timur Perkuat Program Sterilisasi dan Edukasi Masyarakat
Klik86.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mencari pendekatan yang lebih efektif dan beretika dalam menangani meningkatnya populasi anjing liar yang belakangan menimbulkan keresahan warga. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah menggelar forum diskusi dan pelatihan terkait sterilisasi serta vaksinasi sebagai solusi jangka panjang.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dokter hewan, perwakilan Dinas Kesehatan, komunitas pecinta hewan, hingga lembaga swadaya masyarakat dari luar negeri.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan bahwa penanganan anjing liar tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama seperti pemusnahan. Selain menuai kritik, metode tersebut dinilai tidak menyelesaikan akar persoalan. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih berkelanjutan dan selaras dengan prinsip kesejahteraan hewan.
Sterilisasi disebut sebagai metode paling realistis untuk mengendalikan populasi, meskipun pelaksanaannya memerlukan sumber daya yang tidak sedikit. Program ini, menurutnya, harus dijalankan secara terencana dan berkesinambungan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak luar, termasuk organisasi non-pemerintah internasional yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu mengatasi keterbatasan anggaran serta memperkuat kapasitas teknis di lapangan.
Selain fokus pada pengendalian populasi, isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian. Lingkungan dengan banyak sampah terbuka dinilai menjadi faktor yang mendukung berkembangnya anjing liar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Berdasarkan catatan, sepanjang tahun 2025 terjadi lebih dari 170 kasus gigitan anjing di Lombok Timur. Sementara pada tahun 2026, angka kasus terus bertambah meskipun belum memasuki pertengahan tahun. Kendati demikian, daerah ini masih mempertahankan status bebas rabies, yang menjadi capaian penting untuk dijaga.
Melalui langkah terpadu yang melibatkan berbagai pihak, pemerintah optimistis persoalan anjing liar dapat ditangani secara lebih manusiawi, tanpa mengabaikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.(red)
