BREAKING NEWS

Dari Jakarta, Lombok Timur Matangkan Strategi Ekonomi dan Penguatan Usaha Daerah


Klik86.com - 
Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mengintensifkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kinerja usaha milik daerah. Hal ini tercermin dalam pertemuan antara Bupati Haerul Warisin bersama Sekda Muhammad Juaini Taofik dengan Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, di Jakarta pada Selasa (28/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan perkembangan ekonomi daerah yang menunjukkan tren cukup stabil. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan pengendalian harga bahan pokok melalui kerja sama lintas wilayah, khususnya dalam menjaga harga cabai bersama daerah di Sulawesi Selatan. Upaya ini berkontribusi pada penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 2,06 persen pada pertengahan April.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah juga berfokus pada peningkatan kualitas pembangunan manusia dan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini, enam BUMD yang dimiliki Lombok Timur mampu menghasilkan dividen dengan total lebih dari Rp20 miliar, menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang cukup signifikan.

Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyesuaian regulasi, hingga penguatan tata kelola dan perluasan pasar. Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas SDM serta memperkuat sistem pengelolaan agar BUMD lebih kompetitif dan profesional.

Pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih Lombok Timur, termasuk prestasi dalam pengendalian inflasi daerah dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Pemerintah pusat pun berkomitmen memberikan dukungan nyata.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian dana insentif yang direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2026. Selain itu, pemerintah pusat juga akan membantu proses perizinan karantina untuk komoditas porang yang menjadi salah satu syarat ekspor ke Tiongkok.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas pengelola BUMD juga menjadi perhatian, dengan rencana pelatihan bagi para manajer guna memperkuat kinerja dan daya saing usaha daerah.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah, Lombok Timur diharapkan mampu terus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, meski di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image