Akses Warga Terputus Akibat Banjir, Bupati Lombok Timur Pantau Pemasangan Jembatan Darurat di Suela
Klik86.com - Lombok Timur — Dampak banjir yang memutus jalur penghubung antar desa di Kecamatan Suela mulai ditangani Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, turun langsung ke Desa Perigi, Senin (12/1/2026), untuk meninjau kesiapan jembatan darurat yang disiapkan sebagai solusi sementara bagi masyarakat.
Jembatan sementara tersebut dipasang setelah infrastruktur lama rusak diterjang arus sungai, menyebabkan aktivitas warga Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo terganggu. Selama beberapa waktu terakhir, mobilitas masyarakat harus dilakukan dengan cara terbatas dan berisiko.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang dikenal dengan sapaan H. Iron menyampaikan bahwa rangka utama jembatan telah rampung. Namun, sebelum difungsikan sepenuhnya, masih dibutuhkan penyempurnaan pada sejumlah bagian penunjang agar pengguna jalan merasa aman.
Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penataan jalur masuk dan keluar jembatan, termasuk penambahan material serta perataan permukaan jalan. Penyelesaian tahap ini dinilai penting agar kendaraan dapat melintas tanpa hambatan.
Selain memperhatikan kelancaran lalu lintas, Pemkab Lombok Timur juga memperhatikan kebutuhan warga di sekitar bantaran sungai. Rencana pembangunan akses berupa tangga akan direalisasikan untuk memudahkan masyarakat mengambil air dan beraktivitas di sekitar sungai.
Bupati menegaskan bahwa jembatan darurat tersebut hanya difungsikan dalam jangka waktu terbatas. Pemkab Lombok Timur telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendorong pembangunan jembatan permanen, mengingat lokasi tersebut termasuk kawasan yang rawan bencana banjir setiap tahun.
“Solusi sementara ini tidak bisa digunakan selamanya. Kita ingin ada pembangunan permanen agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi darurat,” ungkapnya.
Di luar Kecamatan Suela, pemerintah daerah juga mencatat sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Wilayah Mamben dan Desa Lendang Nangka Utara menjadi beberapa lokasi yang akan segera ditangani.
Untuk kerusakan berskala ringan, Pemkab memastikan perbaikan akan dilakukan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT). Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menutup peninjauan, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas proses administrasi yang sempat mengalami kendala pada akhir tahun lalu. Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur pascabencana kini menjadi fokus utama pemerintah daerah.(red)
