BREAKING NEWS

Pemkab Lotim Mantapkan Langkah Antisipasi Inflasi, Siapkan Tiga Strategi Utama Jelang Nataru 2025


Klik86.com
- Lombok Timur - Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Dalam High Level Meeting (HLM) TPID yang digelar Jumat (12/12/2025), Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu agenda prioritas daerah.

Dalam forum tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Lombok Timur berhasil menjaga pergerakan inflasi sepanjang tahun ini dan memperoleh penghargaan di tingkat regional berkat capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah serta dukungan strategis dari Bank Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas harga terutama saat momen hari besar, pemerintah daerah sebelumnya telah menyalurkan bantuan sembako kepada lebih dari 237 ribu keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan total anggaran mencapai Rp40 miliar. Program tersebut disebut efektif dalam menahan gejolak harga bahan pokok.

Bupati juga menyoroti dua komoditas yang paling sering memicu inflasi di daerahnya, yakni bawang merah dan cabai. Sebagai langkah antisipasi, ia mewajibkan seluruh ASN terlibat dalam penanaman komoditas tersebut melalui pembentukan Tim Pemantau Pekarangan. Aturan itu disertai konsekuensi, di mana kepala dinas yang tidak melaksanakan instruksi akan dikenakan sanksi.

Selain itu, kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Champion Cabai lokal diperkuat untuk menjamin pasokan tetap tersedia saat kebutuhan meningkat.

Meski capaian 2025 dinilai positif, Bupati mengingatkan bahwa tahun 2026 akan menghadirkan tantangan lebih besar. Lotim tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah keluarga miskin dan miskin ekstrem tertinggi di Bali-Nusra, sehingga kebutuhan pangan dan pengawasan inflasi harus ditangani lebih serius.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur sekaligus Ketua TPID, Muhammad Juaini Taofik, menekankan pentingnya kelancaran distribusi barang menjelang Nataru. Ia menyebut posisi strategis Lombok Timur sebagai daerah perlintasan membuat arus logistik harus terjaga, terutama di jalur utama dan Pelabuhan Kayangan.

Tiga fokus utama disampaikan Sekda untuk menghadapi Nataru: memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan, menjamin kecukupan stok komoditas, serta memastikan Dinas Perdagangan tetap melakukan pemantauan pasar meskipun libur panjang.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran OPD terkait, perwakilan Bank Indonesia, Biro Ekonomi NTB, staf ahli, serta camat dan lurah dari wilayah Selong dan Labuhan Haji.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image