BREAKING NEWS

Debit Mata Air Menyusut, PDAM Lombok Timur Atur Jadwal Aliran untuk 41 Ribu Pelanggan


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR – Berkurangnya ketersediaan air baku selama musim kemarau membuat PDAM Lombok Timur harus mengubah pola penyaluran air bersih. Dari 24 sumber mata air yang dikelola, hampir semuanya mengalami penurunan debit, dengan penyusutan keseluruhan diperkirakan mencapai 65 persen. Situasi ini berpengaruh terhadap pelayanan sekitar 41 ribu pelanggan, Sabtu (10/10/2026).

Penurunan pasokan tersebut mendorong PDAM melakukan penyesuaian distribusi melalui pengaturan aliran secara bergantian. Kebijakan ini diambil agar air yang tersisa tetap bisa menjangkau pelanggan di berbagai kecamatan, meski jumlahnya tidak lagi mencukupi untuk pelayanan normal secara bersamaan.

Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menyampaikan bahwa penyusutan debit terjadi pada sumber-sumber air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya sebelumnya mampu menghasilkan 100 hingga 250 liter per detik, tetapi kini kapasitasnya merosot tajam.

Salah satu sumber yang semula memiliki debit sekitar 100 liter per detik, misalnya, kini hanya menghasilkan sekitar 30 persen dari kondisi normal. Penurunan ini menggambarkan besarnya tekanan kemarau terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan pelanggan.

“Dari 24 sumber mata air kita, hampir seluruhnya mengalami penurunan yang drastis. Karena itu kami melakukan rekayasa jaringan dengan sistem bergilir,” ujar Sopyan Hakim.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, PDAM membagi waktu penyaluran air ke sejumlah kawasan. Dalam skema yang berjalan, pelanggan di satu wilayah dapat memperoleh aliran selama kurang lebih dua hari, sebelum pasokan dialihkan ke wilayah berikutnya.

Pengaturan tersebut dinilai perlu untuk mencegah terjadinya ketimpangan pelayanan. Apabila air hanya dialirkan ke satu kawasan dalam waktu bersamaan, daerah lain berpotensi tidak mendapatkan pasokan sama sekali akibat terbatasnya debit yang tersedia.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Sikur, Terara, Sakra, dan Masbagik. Pelayanan di kawasan yang berjarak lebih jauh, seperti Jerowaru dan Sambelia, juga menjadi bagian dari pengaturan distribusi yang dilakukan perusahaan.

Adapun kondisi pasokan di Selong disebut masih relatif lebih baik dibandingkan beberapa wilayah lainnya. Meski begitu, cakupan pelayanan yang luas dan penurunan debit sumber air tetap menjadi tantangan bagi PDAM dalam menjaga pemenuhan kebutuhan pelanggan.

“Wilayah-wilayah terjauh seperti Jerowaru, Sakra dan Sambelia kita lakukan pelayanan itu. Kalau Selong masih relatif aman,” jelas Sopyan.

Penurunan debit di hampir seluruh sumber mata air membuat pengaturan jaringan menjadi langkah penting untuk mempertahankan layanan selama kemarau. Dengan sistem bergilir, PDAM berupaya membagi ketersediaan air secara bergantian sembari menghadapi kondisi pasokan yang belum kembali normal.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image