BREAKING NEWS

BEM UGR Sampaikan Aspirasi ke Pemkab Lombok Timur, Soroti Bansos hingga Kesejahteraan Petani


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR – Sejumlah persoalan masyarakat menjadi sorotan dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (BEM UGR) di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (28/10/2026). Mulai dari ketepatan penerima bantuan sosial, akses jaminan kesehatan, keterlibatan petani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga ketersediaan pupuk subsidi untuk petani tembakau.

Aspirasi mahasiswa tersebut ditanggapi langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, melalui dialog singkat di depan gerbang kantor bupati. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menjelaskan sejumlah langkah yang sedang menjadi perhatian, termasuk rencana pembaruan data penerima bantuan oleh pemerintah pusat.

Juaini menyampaikan bahwa data desil terbaru dijanjikan terbit paling lambat pada Desember 2026. Pembaruan tersebut diharapkan menjadi landasan penetapan sasaran bantuan sosial dan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) untuk 2027.

Menurutnya, selama pembaruan belum diberlakukan, program bantuan masih mengacu pada data yang tersedia. Karena itu, ia mengajak mahasiswa ikut mengawasi proses pembaruan, terutama agar data yang telah menerima sanggahan dapat ditindaklanjuti sebelum digunakan sebagai acuan kebijakan berikutnya.

“Update-nya di akhir 2026,” ujar Juaini saat menjelaskan waktu pembaruan data yang dijanjikan pemerintah pusat.

Selain masalah bantuan, mahasiswa turut mempertanyakan sejauh mana petani dan pelaku usaha lokal memperoleh manfaat dari program MBG. Juaini menerangkan bahwa sebagian kebutuhan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dipasok melalui pasar tradisional. Hasil pertanian Lombok Timur bahkan disebut turut digunakan oleh dapur MBG yang beroperasi di luar daerah.

Meski demikian, ia mengakui pemanfaatan hasil produksi lokal belum sepenuhnya berjalan. Pemerintah daerah melihat peluang untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar dapat terlibat dalam rantai pasok kebutuhan program tersebut.

Upaya meningkatkan pasokan pangan juga diarahkan pada pengembangan peternakan sapi perah. Pemerintah daerah berharap peternak di Lombok Timur mulai mengembangkan sektor ini pada 2027 sehingga produksi susu lokal berpeluang mendukung kebutuhan program makan bergizi.

Persoalan pupuk bersubsidi bagi petani tembakau turut menjadi bagian dari aspirasi yang dibawa mahasiswa. Menanggapi hal itu, Juaini menyatakan pemerintah daerah memiliki perhatian serupa terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Ia mendorong mahasiswa menyampaikan tuntutan secara tertulis agar dapat digunakan sebagai bahan penguatan ketika pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan petani kepada pemerintah pusat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dialog berlangsung singkat dengan didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Lombok Timur.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image