BREAKING NEWS

Usai Pembenahan Besar-Besaran, PT Energi Selaparang Mulai Catat Laba dan Bidik Kontribusi untuk PAD


Klik86.com
Lombok Timur – Manajemen PT Energi Selaparang memberikan penjelasan terkait kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut yang sebelumnya disebut masih mengalami kerugian. Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyampaikan bahwa laporan kerugian yang muncul dalam laporan keuangan merupakan dampak dari kondisi perusahaan sebelum dilakukan pembenahan oleh manajemen baru.

Menurut Joyo, pada tahun anggaran 2025 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan dukungan penyertaan modal sebesar Rp5 miliar kepada PT Energi Selaparang. Dana tersebut mulai dicairkan sejak Juli 2025 secara bertahap dan digunakan untuk memulihkan serta menata kembali dua unit usaha utama perusahaan, yaitu Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), Rabu (11/03/2026).

Ia menjelaskan, saat manajemen baru mulai bekerja, kondisi kedua unit usaha tersebut cukup memprihatinkan. Banyak fasilitas produksi yang rusak, sejumlah sarana dan prasarana tidak terawat, serta bangunan pabrik AMDK membutuhkan perbaikan agar dapat kembali digunakan.

Selain itu, berbagai dokumen perizinan usaha diketahui sudah tidak aktif sehingga harus diperbarui melalui proses administrasi yang cukup panjang. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mengaktifkan kembali operasional perusahaan.

Unit usaha AMDK bahkan sempat tidak beroperasi selama lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bahan baku yang tersimpan di gudang tidak lagi dapat digunakan karena telah kedaluwarsa. Akibatnya, bahan baku tersebut harus dimusnahkan dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.

Sementara pada unit SPBN, operasional sebelumnya sempat melibatkan pihak ketiga karena keterbatasan modal. Skema kerja sama tersebut membuat perusahaan harus menanggung beban bunga yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Meski demikian, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan manajemen mulai menunjukkan hasil positif. Dengan dukungan serta arahan dari pemerintah daerah, PT Energi Selaparang secara bertahap melakukan penataan operasional, memperbaiki fasilitas, dan memperluas jaringan pemasaran.

Produk AMDK perusahaan kini telah kembali dipasarkan sejak November 2025, setelah sebelumnya diluncurkan kembali pada akhir Agustus 2025. Untuk memperluas distribusi, manajemen juga membentuk jaringan agen di berbagai kecamatan di Lombok Timur serta menyasar pasar dari kalangan instansi pemerintahan maupun masyarakat umum.

Di sisi lain, pengelolaan SPBN juga terus ditingkatkan. Perusahaan berupaya menambah kuota bahan bakar agar dapat memberikan pelayanan lebih maksimal kepada para nelayan sekaligus meningkatkan pendapatan usaha.

Joyo menyebutkan, setelah dilakukan penataan administrasi dan pembukuan bersama pihak terkait, kondisi keuangan perusahaan kini mulai menunjukkan perkembangan positif. PT Energi Selaparang bahkan telah mencatatkan laba meskipun masih dalam jumlah terbatas.

“Perusahaan saat ini sudah berada pada posisi keuntungan sekitar Rp19 juta. Nilai ini masih relatif kecil karena aktivitas usaha baru berjalan efektif sejak beberapa bulan terakhir,” jelasnya.

Manajemen optimistis kinerja perusahaan akan semakin membaik pada periode berikutnya. Dengan penguatan manajemen serta peningkatan aktivitas usaha, PT Energi Selaparang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur di masa mendatang.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image