Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Shofian Hakim, mengatakan bahwa pada awal berdirinya IPA Kotaraja hanya memiliki kapasitas produksi sebesar 50 liter per detik. Namun melalui program peningkatan debit yang digagas pemerintah daerah, kapasitas produksi air kini bertambah menjadi 100 liter per detik.
Dengan meningkatnya kapasitas tersebut, bak penampungan air atau reservoir di bagian hilir saat ini terus menerima suplai air dalam jumlah besar. Meski demikian, PDAM menghadapi tantangan dalam mendistribusikan air tersebut secara maksimal kepada masyarakat.
“Meskipun pasokan air cukup melimpah, kami masih menghadapi kendala teknis dalam proses pendistribusiannya,” ujar Shofian saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).
Untuk sementara waktu, pihak PDAM melakukan pengaturan aliran air dengan mengendalikan katup atau palok pada jaringan distribusi guna menyesuaikan volume air yang dialirkan. Namun cara tersebut tidak dapat diterapkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, tekanan air yang tinggi dari sumber di bagian hulu menuju jaringan distribusi di hilir berpotensi menimbulkan kerusakan pada pipa apabila tidak diimbangi dengan penyerapan air yang memadai oleh pelanggan.
Sebagai langkah solusi, PDAM bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai memperluas jaringan distribusi air bersih dengan menambah sambungan rumah baru bagi masyarakat.
Melalui pekerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sebanyak 3.400 sambungan rumah baru dengan pemasangan meter air telah direalisasikan. Jaringan distribusi tersebut kini telah menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Pene, Batu Nampar Selatan, Ekas, Lendang Terak, dan Serewe.
Meski demikian, jumlah sambungan yang telah terpasang tersebut dinilai masih belum cukup untuk menyerap seluruh kapasitas produksi air yang mencapai 100 liter per detik. Oleh karena itu, PDAM memperkirakan masih dibutuhkan tambahan sekitar 5.000 sambungan rumah baru agar distribusi air dapat berjalan lebih seimbang.
Dengan penambahan sambungan pelanggan tersebut, diharapkan distribusi air bersih dapat lebih stabil, tekanan pada jaringan pipa dapat dikendalikan, serta semakin banyak masyarakat di Lombok Timur yang memperoleh akses terhadap layanan air bersih.(red)