Dinas Pertanian Lotim Tegaskan Program MBG Andalkan Hasil Tani Daerah, Petani Jadi Tulang Punggung Pangan
Klik86.com - Lombok Timur – Kesiapan Lombok Timur dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dimatangkan. Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur memastikan pasokan bahan pangan utama untuk program tersebut berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan, dengan sumber utama berasal dari hasil pertanian petani lokal.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, S.P., menegaskan bahwa sektor pertanian daerah memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk menopang kebutuhan MBG, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Menurutnya, penguatan produksi di tingkat petani menjadi strategi utama agar program nasional tersebut tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Pertanian Lombok Timur siap mendukung MBG. Tugas kami memastikan produksi tetap berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara konsisten,” ungkapnya, Senin (26/01/2026).
Ia menjelaskan, untuk kebutuhan beras, petani di Lombok Timur didominasi oleh penanaman varietas unggulan Impari 32. Varietas ini dinilai adaptif terhadap kondisi lahan setempat serta memiliki hasil panen yang tinggi, sehingga mampu menjamin ketersediaan beras untuk program MBG dalam jangka panjang.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sayuran, Dinas Pertanian mendorong pemanfaatan lahan-lahan produktif yang selama ini kurang dimaksimalkan, termasuk area pematang sawah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi sayur sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin rantai distribusi lebih pendek. Idealnya, penyedia MBG bisa langsung mengambil hasil panen dari petani, tanpa melalui banyak perantara,” jelasnya.
Untuk komoditas hortikultura tertentu, kawasan Sembalun masih menjadi sentra utama, khususnya untuk tanaman kentang dan wortel yang membutuhkan kondisi geografis khusus. Adapun komoditas lain seperti cabai dan sayuran konsumsi harian diproduksi di sejumlah wilayah pertanian di Lombok Timur.
Dengan potensi pertanian yang dimiliki, Dinas Pertanian optimistis seluruh kebutuhan pangan Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari produksi dalam daerah, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi petani.
“Program MBG bukan hanya soal gizi, tapi juga peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.(red)
