BREAKING NEWS

Persoalan Dana Seragam Siswa SMAN 1 Keruak Mencuat, Mitra Minta Kepastian


Klik86.com - 
LOMBOK TIMUR — Polemik terkait pembayaran seragam peserta didik baru mencuat di SMAN 1 Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Seorang mitra penyedia seragam berinisial AS mengaku masih menunggu penyelesaian dana yang menurut keterangannya belum dibayarkan selama beberapa bulan.

AS menjelaskan, persoalan tersebut berawal dari pengadaan seragam bagi siswa baru yang telah dinyatakan diterima di SMAN 1 Keruak. Para peserta didik disebut diarahkan untuk memperoleh seragam melalui koperasi sekolah.

Dalam proses pembayarannya, dana dari siswa disebut dihimpun oleh panitia dan pihak sekolah yang bertugas menangani penerimaan peserta didik baru. Setelah proses pengumpulan pembayaran berlangsung, AS mengaku belum mendapatkan pelunasan sesuai nilai barang yang telah disediakan.

Besaran dana yang dipersoalkan disebut mencapai puluhan juta rupiah. AS bahkan memperkirakan nilai kerugian yang dialaminya mendekati Rp100 juta.

"Sudah cukup lama saya menunggu penyelesaian. Saya sudah menghubungi pihak sekolah berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum mendapat kepastian," ujar AS, Selasa (22/9/2026).

Menurut AS, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperoleh penjelasan. Ia mengaku mendatangi sekolah serta mencoba berkomunikasi melalui telepon dan pesan WhatsApp dengan kepala sekolah.

Namun, komunikasi tersebut disebut belum membuahkan hasil. AS mengatakan dirinya beberapa kali menerima informasi mengenai kondisi kepala sekolah dan persoalan keluarga yang menjadi alasan belum adanya pertemuan secara langsung.

Situasi itu membuat AS mempertanyakan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap dana hasil pembayaran seragam siswa tersebut.

Untuk mencari jalan keluar, AS kemudian menghubungi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang saat ini menjabat. Dari komunikasi itu, menurut AS, diperoleh penjelasan bahwa pengelolaan dana berlangsung pada masa pejabat sebelumnya.

AS menyebut wakasis terdahulu, Muhsin, bersama panitia penerimaan siswa baru pernah menangani proses penghimpunan dana. Dana tersebut, menurut informasi yang diterimanya, kemudian diserahkan kepada kepala sekolah.

Karena belum memperoleh penyelesaian, AS berharap pihak sekolah segera memberikan penjelasan mengenai status dana tersebut sekaligus menawarkan langkah penyelesaian yang jelas.

Ia juga menyatakan akan mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke instansi terkait apabila komunikasi dengan pihak sekolah tetap tidak menemukan jalan keluar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB hingga aparat penegak hukum disebut sebagai sejumlah pihak yang mungkin akan dihubungi.

AS menegaskan bahwa dirinya menginginkan adanya itikad baik dan penyelesaian atas kewajiban pembayaran yang menurutnya masih tertunda.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Keruak, Marianom, belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

Adapun penyebutan dugaan penggelapan atau penipuan dalam perkara ini masih merupakan tuduhan dari pihak yang mengaku mengalami kerugian. Kepastian mengenai pengelolaan dan penggunaan dana tersebut tetap membutuhkan klarifikasi dari pihak sekolah serta pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image