BREAKING NEWS

Perkuat Kemitraan Pembangunan, PKK Lombok Timur Rangkul OPD dan LSM Tangani Beragam Persoalan Masyarakat


Klik86.com - 
Lombok Timur – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah strategis dengan membangun kemitraan yang lebih kuat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Langkah tersebut diyakini menjadi solusi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan sekaligus menjawab tantangan sosial yang masih dihadapi daerah.

Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Jumat (3/7/2026). Kesepakatan tersebut menjadi landasan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program pada seluruh kelompok kerja TP PKK.

Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra'yal Ain Warisin, mengatakan keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kemampuan satu institusi, melainkan bergantung pada kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, semangat gotong royong harus menjadi budaya dalam setiap upaya pembangunan, terlebih ketika pemerintah sedang menghadapi keterbatasan kemampuan fiskal.

Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuka ruang untuk saling melengkapi, baik dari sisi sumber daya, pengalaman, maupun jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pola kerja seperti itu, berbagai program yang menyasar keluarga diyakini dapat terlaksana secara lebih efektif.

Dalam pelaksanaan program, TP PKK akan memperkuat peran masing-masing kelompok kerja, mulai dari peningkatan kualitas keluarga, edukasi kesehatan, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas layanan Posyandu melalui keterlibatan enam perangkat daerah yang akan bekerja secara terpadu.

Menurut Ra'yal Ain, kolaborasi tersebut memerlukan kesepakatan resmi agar setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam mengimplementasikan program di lapangan.

Selain penguatan layanan kesehatan masyarakat, TP PKK juga memberikan perhatian serius terhadap tingginya angka stunting dan praktik pernikahan usia anak. Kedua persoalan itu dinilai saling berkaitan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan pola pengasuhan dalam keluarga.

Ia menjelaskan bahwa kondisi keluarga yang ditinggalkan orang tua bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) kerap menjadi salah satu tantangan. Kurangnya pendampingan terhadap anak selama masa pertumbuhan dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai persoalan sosial, termasuk pernikahan pada usia yang belum matang.

Karena itu, ia mengajak seluruh mitra, baik dari unsur pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada keluarga sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Timur, Achmad Dewanto, menyambut baik terbentuknya kemitraan tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi anggaran yang terbatas tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi menjadi pendekatan paling efektif agar seluruh perangkat daerah dapat saling mendukung dalam menjalankan program prioritas pembangunan.

Achmad juga mengapresiasi kontribusi berbagai LSM yang selama ini aktif melakukan pendampingan masyarakat hingga ke tingkat desa. Pengalaman yang dimiliki organisasi tersebut dinilai mampu memperkuat pelaksanaan program pemerintah, terlebih dengan dukungan jaringan TP PKK yang menjangkau hingga tingkat dusun dan keluarga.

Di sisi lain, Direktur LPSDM NTB, Ririn Hayudiani, menyebut kerja sama yang dibangun merupakan langkah positif untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan seperti stunting, kemiskinan, dan pernikahan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin mampu mengoptimalkan potensi masing-masing lembaga sehingga target pembangunan daerah, termasuk mewujudkan Smart Lombok Timur, dapat dicapai lebih cepat.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah bersama TP PKK dan LSM berkomitmen menghadirkan program yang lebih terintegrasi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kerja sama lintas sektor itu diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image