BREAKING NEWS

Distribusi Air Jadi Prioritas, PDAM Lombok Timur Catat Penurunan Keluhan Warga di Tengah Ancaman El Niño


Klik86.com - 
Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur menilai upaya pembenahan sistem pelayanan dan distribusi air bersih mulai memberikan dampak positif. Memasuki pertengahan Juli 2026, jumlah aduan masyarakat terkait kekurangan air bersih disebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan, S.Kep, mengatakan fenomena El Niño pada 2022 hingga 2024 menjadi pelajaran penting bagi perusahaan dalam menyusun strategi pelayanan. Pada masa itu, musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama kawasan selatan yang menjadi langganan kekeringan.

Kini, situasi tersebut mulai berubah. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, tingkat keluhan masyarakat mengenai krisis air bersih mengalami penurunan hingga mencapai 80 sampai 90 persen.

"Alhamdulillah, kondisi tahun ini lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Biasanya memasuki Juli sudah banyak laporan mengenai kekurangan air bersih, tetapi sekarang jumlahnya jauh menurun. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus dipertahankan," ujar Sopyan, Jumat (17/07/2026).

Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap membaiknya kondisi tersebut adalah peningkatan distribusi air ke daerah-daerah yang selama ini paling rentan terdampak musim kemarau. Wilayah seperti Lendang Terak, Sekarong, dan beberapa kawasan perbukitan menjadi prioritas agar masyarakat tetap memperoleh pasokan air bersih.

Selain mengoptimalkan jaringan yang sudah ada, PDAM juga ikut mendukung kegiatan penyediaan air bersih bersama berbagai pihak untuk menjangkau desa-desa yang belum terlayani jaringan perpipaan.

Sopyan menegaskan, arah pembangunan PDAM saat ini lebih menitikberatkan pada manfaat yang dirasakan masyarakat dibandingkan sekadar mengejar pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pemasangan jaringan baru harus disesuaikan dengan kemampuan sumber air sehingga pelayanan tetap optimal.

"Kami tidak ingin masyarakat hanya melihat pipa terpasang tetapi airnya tidak mengalir. Yang menjadi ukuran keberhasilan adalah pelayanan yang benar-benar dirasakan pelanggan," katanya.

Ia mengungkapkan, kapasitas produksi air yang dimiliki PDAM saat ini mencapai sekitar 100 liter per detik. Dari kapasitas tersebut, sekitar 4.300 Sambungan Rumah (SR) telah aktif mendapatkan pelayanan, sedangkan kapasitas yang masih tersedia diproyeksikan mampu mengakomodasi sekitar 3.800 sambungan baru.

Pengembangan sambungan rumah, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan antara kapasitas produksi dan jumlah pelanggan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga tekanan air di dalam jaringan tetap stabil serta mengurangi potensi kebocoran.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur, PDAM juga mulai mengandalkan pipa berbahan High Density Polyethylene (HDPE) yang memiliki fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan pipa PVC. Material tersebut dinilai lebih mampu bertahan terhadap perubahan tekanan sehingga usia jaringan menjadi lebih panjang.

Tidak hanya membenahi aspek teknis, PDAM Lombok Timur juga memperkuat pelayanan berbasis digital melalui aplikasi EZ Farm. Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat melakukan pembacaan meter air secara mandiri dengan mengirimkan foto angka meter melalui aplikasi.

Sopyan menjelaskan, inovasi itu diterapkan agar proses penagihan menjadi lebih transparan dan sesuai dengan penggunaan air yang sebenarnya. Cara tersebut juga diharapkan dapat menghilangkan praktik pencatatan berdasarkan perkiraan yang selama ini berpotensi menimbulkan perbedaan tagihan.

Selain mengajak pelanggan memanfaatkan layanan digital, PDAM juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara efisien serta aktif menyampaikan laporan apabila terjadi gangguan pelayanan. Seluruh pengaduan kini dapat disampaikan melalui kanal resmi yang telah disediakan perusahaan sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

Dengan kombinasi antara penguatan distribusi, pengelolaan kapasitas produksi yang lebih matang, modernisasi jaringan, serta digitalisasi pelayanan pelanggan, PDAM Lombok Timur optimistis mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan di tengah potensi musim kemarau yang masih mengancam pada 2026.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image